Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 27 Januari 2026 | 15.11 WIB

Sepp Blatter Dukung Seruan Boikot Piala Dunia 2026 di AS, Isu Keamanan Jadi Sorotan

Mantan Presiden FIFA Sepp Blatter. (Istimewa) - Image

Mantan Presiden FIFA Sepp Blatter. (Istimewa)

JawaPos.com–Mantan Presiden FIFA Sepp Blatter kembali membuat pernyataan kontroversial. Kali ini, pria asal Swiss tersebut secara terbuka mendukung seruan boikot pertandingan Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, dengan alasan situasi keamanan yang dinilai mengkhawatirkan.

Pernyataan Blatter disampaikan melalui media sosial, menyusul komentar dari pengacara anti korupsi Swiss, Mark Pieth. Pieth sebelumnya menyarankan agar penggemar sepak bola tidak datang langsung ke Amerika Serikat untuk menyaksikan Piala Dunia, meski turnamen tersebut juga akan digelar di Kanada dan Meksiko.

”Saya sepakat dengan Mark Pieth. Piala Dunia ini patut dipertanyakan,” tulis Blatter singkat dikutip dari The Guardians.

Ucapan singkat Blatter cukup memantik perhatian publik sepak bola dunia. Isu keamanan menjadi titik utama dalam kritik tersebut.

Pieth menyinggung sejumlah insiden kekerasan di Amerika Serikat dalam beberapa pekan terakhir. Termasuk kematian seorang demonstran dan warga sipil di Minneapolis yang melibatkan aparat.

Menurut dia, kondisi tersebut mencerminkan situasi domestik yang belum sepenuhnya kondusif bagi jutaan suporter internasional.

”Yang kita lihat saat ini adalah tekanan terhadap lawan politik dan tindakan berlebihan aparat imigrasi. Itu jelas tidak memberi rasa aman bagi fans,” kata Pieth dalam wawancara dengan media Swiss.

Dia bahkan menyarankan penggemar untuk menikmati Piala Dunia dari layar televisi saja, karena dinilai lebih aman dan nyaman.

Piala Dunia 2026 dijadwalkan berlangsung pada 11 Juni hingga 19 Juli dan akan menjadi edisi pertama yang diikuti 48 tim. Amerika Serikat diproyeksikan menjadi tuan rumah utama, dengan sebagian pertandingan digelar di Kanada dan Meksiko.

Blatter bukan figur asing dalam kontroversi sepak bola Dunia. Dia mengundurkan diri dari jabatan Presiden FIFA pada 2015 setelah organisasi tersebut diguncang berbagai skandal besar.

Posisinya kemudian diambil alih Gianni Infantino, yang hingga kini masih menjabat dan dikenal memiliki kedekatan dengan tokoh-tokoh politik dan ekonomi berpengaruh. Dalam perkembangan terpisah, Blatter dan mantan Presiden UEFA Michel Platini telah dibebaskan secara hukum dari kasus lama terkait pembayaran jasa konsultasi.

Platini baru-baru ini melontarkan kritik terhadap Infantino, yang menurut dia kini memimpin FIFA dengan gaya semakin otoriter. Meski masih empat tahun lagi, polemik seputar Piala Dunia 2026 mulai mengemuka. Isu keamanan, politik, dan tata kelola sepak bola global dipastikan akan terus menjadi bahan perdebatan menjelang turnamen akbar tersebut.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore