
Mantan pelatih Real Madrid Xabi Alonso. (Real Madrid/Antara)
JawaPos.com - Dalam sebuah wawancara, mantan kiper sekaligus mantan pelatih Real Madrid, Mariano Garcia Remon, memberikan pandangan yang sangat blak-blakan terkait pemecatan Xabi Alonso dari kursi manajer.
Alonso baru tujuh bulan dipercaya menangani tim utama, namun akhirnya dicopot oleh Florentino Perez dan jajaran direksi pada Senin lalu, tak lama setelah kekalahan Real Madrid dari FC Barcelona di ajang Piala Super Spanyol. Keputusan tersebut menuai banyak reaksi, tetapi tidak bagi Garcia Remon.
Garcia Remon Tidak Terkejut
Garcia Remon bukan sosok asing di lingkungan Real Madrid. Ia menghabiskan 15 tahun sebagai pemain antara 1971 hingga 1986.
Setelah gantung sarung tangan, ia tetap berada di dalam klub sebagai pencari bakat, pelatih tim muda, hingga menangani tim cadangan sebelum meninggalkan Madrid pada 1993.
Pada 2004, pria yang kini berusia 75 tahun itu kembali ke Santiago Bernabeu sebagai asisten manajer dan bahkan sempat ditunjuk sebagai pelatih kepala sementara tim utama dalam periode singkat. Dengan latar belakang tersebut, pemahamannya soal dinamika internal klub nyaris tak tertandingi.
Melansir MARCA, karena itu, Garcia Remon mengaku sama sekali tidak terkejut dengan keputusan klub memecat Xabi Alonso.
“Hal itu tidak mengejutkan saya, dan saya memahaminya, karena saya pernah berada di posisi itu,” ujarnya, sambil menegaskan bahwa Real Madrid bekerja dengan hierarki yang sangat spesifik.
“Tidak ada yang bisa menentang para pemain. Di Real Madrid, individualitas pemain adalah yang terpenting,” tambahnya, merujuk pada salah satu prinsip struktural utama klub tersebut.
Hierarki Ruang Ganti yang Menentukan
Garcia Remon bahkan melangkah lebih jauh ketika membedah konteks masa jabatan Alonso di bangku cadangan. Menurutnya, durasi Alonso bertahan justru terasa lebih lama dari yang ia perkirakan.
“Kalau dipikir-pikir, menurut saya itu berlangsung terlalu lama. Pelatih membuat keputusan yang menurutnya benar, tetapi di dalam klub hal itu tidak selalu diterima dengan baik.”
Ia pun berbicara lugas soal realitas hierarki internal di Madrid.
“Pemain seperti Vinicius Jr. lebih penting bagi klub daripada seorang pelatih.”
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Palermo vs Mantova di Coppa Italia: Rosanero Siap Libas Tim Tamu di Renzo Barbera
Sidang Kasus Pemuda Dipukul Pengusaha Buah di Surabaya, Saksi Sebut Tak Melihat Kejadian Jelas
Prediksi Skor Lyon vs Auxerre di Liga Prancis: Les Gones Berpeluang Menang Telak di Groupama!
Prediksi Skor Laos U-20 vs Timnas Indonesia U-20: Garuda Muda Berpeluang Pesta Gol!
Foto Terakhir Kebersamaan Anthony Xie dengan Audi Marissa Usai Digugat Cerai
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Arema FC vs Isenmulang Kalteng FC: Singo Edan Diprediksi Menang di Kanjuruhan
Prediksi Skor Toulouse vs Lille di Liga Prancis: Les Dogues Berpeluang Sikat Tuan Rumah!
Prediksi Susunan Pemain Bali United vs PSS Sleman: Dominikus Dion Harap Super Elja Main Pede
Manajemen Buka Suara Usai Ikang Fawzi Dikabarkan Menikah Lagi
