Enzo Maresca berpisah dengan Chelsea.(Dok. Enzo Maresca)
JawaPos.com - Enzo Maresca akhirnya angkat bicara setelah resmi berpisah dengan Chelsea pada Hari Tahun Baru. Melansir Sports Illustrated, dalam pernyataan publik pertamanya sejak meninggalkan Stamford Bridge, pelatih asal Italia itu memilih menyoroti pencapaiannya selama menukangi The Blues—sebuah pesan yang dibaca banyak pihak sebagai sindiran tajam, meski disampaikan dengan nada tenang.
Maresca datang ke Chelsea dan langsung mencatatkan musim debut yang impresif. Ia membawa The Blues finis di empat besar Liga Premier sekaligus mempersembahkan dua trofi: Conference League dan Piala Dunia Klub edisi perdana yang diperluas.
Dua trofi tersebut menjadi pencapaian yang kontras dengan kondisi tim saat ia pertama kali mengambil alih kursi pelatih.
Perjalanan Chelsea di bawah Maresca memang tidak selalu mulus. Ada pasang surut sepanjang musim, dan pernyataannya bahwa timnya bukanlah penantang gelar Liga Premier sejati sempat menuai perdebatan namun pada akhirnya terbukti cukup akurat.
Menariknya, fluktuasi performa serupa masih terlihat musim ini, meski Chelsea tetap bertahan di keempat kompetisi dan berada di posisi kelima klasemen saat kepergian Maresca diumumkan secara mengejutkan pada pagi 1 Januari.
Banyak pihak meyakini bahwa penyebab utama perpisahan tersebut bukanlah hasil di lapangan, melainkan retaknya hubungan antara Maresca dan jajaran manajemen klub. Dalam konteks itulah, pesan perpisahan sang pelatih terasa sarat makna, dengan fokus kuat pada apa yang telah ia tinggalkan.
“TINGGALKAN DUNIA INI SEDIKIT LEBIH BAIK DARIPADA SAAT KAMU MENEMUKANNYA!”
Kalimat tersebut menjadi pembuka unggahan Instagram Maresca, ditulis seluruhnya dengan huruf kapital. Foto yang menyertai pesan itu memperlihatkan Maresca tersenyum lebar, mengenakan medali juara, sambil memegang trofi Piala Dunia Antarklub.
Sepanjang musim 2024–25, Maresca kerap menekankan bahwa ia mewarisi skuad muda yang finis di posisi keenam tanpa satu pun trofi pada musim sebelumnya di bawah asuhan Mauricio Pochettino.
Dengan meninggalkan Chelsea dalam kondisi yang lebih baik—dua trofi di tangan dan peluang lolos ke fase gugur Liga Champions—narasi perbaikan itu terasa sulit untuk dibantah.
“Perjalanan saya bersama Chelsea dimulai dari babak penyisihan Conference League,” lanjut keterangan tersebut.
“Saya pergi dengan kedamaian batin karena meninggalkan klub bergengsi seperti Chelsea di tempat yang seharusnya.”
Ucapan terima kasih pun tetap disampaikan, meski dibalut penegasan atas capaian yang diraih.
“Saya ingin berterima kasih kepada semua penggemar Chelsea atas dukungan mereka selama 18 bulan terakhir. Dukungan yang sangat penting untuk meraih kualifikasi Liga Champions, memenangkan Liga Conference, dan memenangkan Piala Dunia Antarklub.”

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
