Pemain Real Madrid Vinicius Junior. (Dok. Instagram/@realmadrid)
JawaPos.com - Real Madrid berhasil menyelamatkan banyak hal dalam lawatan penuh tekanan ke Mendizorroza.
Sempat berada di ujung tanduk setelah gol penyeimbang Carlos Vicente membuat situasi Los Blancos di La Liga semakin sulit, pasukan Xabi Alonso akhirnya bernapas lega.
Gol Rodrygo di menit-menit akhir memastikan kemenangan krusial dan mencegah apa yang bisa menjadi ‘match point’ pertama yang menyakitkan.
Dalam skenario dramatis tersebut, Vinicius Jr memainkan peran penting, meski kontribusinya baru terasa di saat-saat terakhir. Sepanjang pertandingan, winger asal Brasil itu relatif tenggelam dan jarang menciptakan ancaman berarti.
Namun, ketika dibutuhkan, ia muncul di momen yang tepat. Vinicius melewati Jonny Otto sebelum mengirimkan umpan matang ke area enam yard, yang kemudian diselesaikan Rodrygo untuk mengunci kemenangan.
Melansir SPORT, meski menjadi pahlawan tak langsung, Vinicius juga menjadi pusat perhatian karena situasi kontroversial beberapa menit kemudian.
Pada menit ke-80, ia menerima kartu kuning pertama yang cukup jelas usai melakukan tekel keras terhadap pemain Alaves.
Ketegangan meningkat lima menit berselang, ketika Vinicius terjatuh di dalam kotak penalti dan berpotensi menerima kartu kuning kedua yang berarti kartu merah.
Insiden tersebut terjadi saat Vinicius memasuki area penalti dan bersentuhan dengan Tenaglia. Para pemain Real Madrid langsung memprotes, menuntut hadiah penalti.
Sebaliknya, pendukung tuan rumah bersorak dan meminta wasit memberikan kartu kuning kedua karena menganggap sang pemain melakukan simulasi. Wasit García Verdura menilai kontak tersebut tidak cukup untuk menunjuk titik putih.
Pertandingan sempat dihentikan sejenak ketika García Verdura terlihat mendengarkan komunikasi melalui earphone.
Namun, González Fuertes yang bertugas sebagai wasit VAR tidak memanggilnya ke monitor untuk meninjau ulang insiden tersebut. Keputusan akhir tetap sama: tidak ada penalti, keputusan yang membuat kedua kubu sama-sama tidak puas.
Situasi ini memicu kritik dari pendukung Real Madrid terhadap wasit VAR, mengingat latar belakang Gonzalez Fuertes yang sebelumnya memimpin final Copa del Rey dan hadir dalam konferensi pers pra-pertandingan yang sempat menyita perhatian publik.
Dari sudut pandang tim asuhan Eduardo Coudet, jika insiden tersebut bukan pelanggaran, maka Vinicius dinilai jatuh terlalu mudah dan seharusnya menerima kartu kuning kedua.

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
