
Kiper Bayern Munchen Manuel Neuer. (Dok. Manuel Neuer)
JawaPos.com - Bayern Munchen berusaha meneruskan tren kemenangannya saat menghadapi St. Pauli di pekan ke-12 Liga Jerman. Laga tersebut bakal dimainkan di Allianz Arena, Sabtu (29/11).
Menghadapi St. Pauli, Vincent Kompany tetap melakukan persiapan yang sama seperti melawan Arsenal. Sang pelatih tetap tidak ingin meremehkan lawannya yang sudah kalah delapan kali berturut-turut di Liga Jerman.
"Saya pikir hal terpenting bagi kami adalah tidak membedakan antara Arsenal dan St. Pauli dalam persiapan kami. Tentu, kami bermain di kandang, bukan tandang, tetapi ketika kami melihat St. Pauli, kami juga bisa melihat apa yang mereka lakukan dengan baik. Dua kali terakhir ini mereka bermain sulit," terang Kompany.
"Mereka berjuang keras untuk waktu yang lama. Kami tahu itu tidak akan mudah, meskipun mereka telah kalah delapan kali berturut-turut. Pertandingan melawan Bayern mungkin juga berbeda bagi mereka – pertandingan seperti ini mengurangi tekanan bagi Anda saat berada di dasar klasemen. Itu bisa menjadi dampak positif bagi St. Pauli," katanya dalam konferensi pers yang dikutip dari laman resmi Bayern Munchen, Sabtu (29/11).
Pelatih 39 tahun tersebut juga berkomentar tentang blunder yang dilakukan Manuel Neuer saat kalah dari Arsenal. Mengenai blunder tersebut, Kompany masih belum berencana untuk merotasi kiper dengan memainkan Jonas Urbig.
"Kesalahan apa yang dibuat? Saya punya pendapat berbeda tentang itu. Apa yang harus Anda lakukan sebagai penjaga gawang? Menunggu sampai dia berlari satu lawan satu dengan Anda? Atau apakah Anda ingin berlari keluar dan membantu rekan setim Anda dan menemuinya di tengah jalan? Saya agak terkejut – ini pertama kalinya saya mendengar bahwa ini seharusnya menjadi kesalahan," tukas Kompany.
"Setiap kali kami memutuskan untuk mengganti penjaga gawang, kami selalu membicarakannya dengan Manu. Kami belum melakukannya kali ini, dan saya harus mempertimbangkan apa yang terbaik untuk tim. Kami juga ingin Jonas Urbig berkembang, tetapi waktunya perlu dibicarakan dengan tenang, dan kami belum melakukannya. Saya hanya fokus pada St. Pauli," ujar Kompany.
Die Roten akan kembali memanfaatkan kekuatannya di situasi bola mati. Kompany akan mencoba untuk menjadikan hal tersebut sebagai kekuatan Bayern Munchen.
"Kami telah menjadi tim yang stabil dalam situasi bola mati selama 18 bulan terakhir. Kami sekarang berada dalam fase di mana saya ingin menemukan solusi yang tepat dan membangun diri agar hal ini menjadi kekuatan terbesar kami. Ketika bola datang dan terjadi kekacauan, kami harus melompat dan menyundul bola menjauh," imbuh pria berusia 39 tahun itu.
"Saya tidak ingin kita mempertanyakan segalanya. Fase ini memang seperti itu, dan memang tepat untuk membahasnya, tetapi kami akan menyelesaikan situasi ini dan menyelesaikannya," pungkas pelatih asal Belgia tersebut.

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
