
Pemain Liverpool. (Instagram.com/liverpoolfc)
JawaPos.com-Para pemain Liverpool harus memikul tanggung jawab atas performa buruk mereka. Jamie Carragher yakin Mohamed Salah kini telah melewati masa terbaiknya.
Performa buruk The Reds berlanjut pada Kamis (27/11) dini hari saat mereka kalah 4-1 dari PSV di Anfield. Liverpool telah kalah dalam sembilan dari 12 pertandingan terakhirnya di semua kompetisi. Itu merupakan rekor terburuk mereka sejak musim 1953/1954, di mana mereka terdegradasi.
Carragher menerima Arne Slot sedang berjuang. Para pemain Liverpool harus bangkit. Mantan bek itu khawatir Salah yang berusia 33 tahun telah kehilangan keajaibannya.
"Liverpool bukan klub yang suka memecat. Liverpool berbeda dari hampir semua klub di sepak bola Eropa, manajer adalah raja, manajer mendapat waktu. Saya selalu berada di pihak yang mendukung manajer. Sejujurnya, saya marah pada para pemain," ungkap Carragher di CBS Sports.
"Tapi bagi manajer mana pun di klub, hal itu sudah sampai pada tahap yang tidak bisa dipertahankan lagi. Hal itu tidak bisa dibiarkan begitu saja. Saya belum sampai di sana, tetapi saya tahu orang lain sudah habis," imbuh dia.
"Katalisator bagi Liverpool di awal perjalanan mereka pada 2018 bersama Jurgen Klopp adalah Alisson, Virgil van Dijk, dan Salah. Alisson sekarang sering cedera, jadi jarang bermain. Tapi sekarang kita lihat Van Dijk, bukan pemain yang sama, dan Mo Salah sepertinya kakinya sudah tidak bisa digerakkan," beber Carragher.
"Saya tidak suka mengkritik mereka, dan saya pikir beberapa kritik yang ditujukan kepada mereka musim ini sebagai pemain cukup keras. Kita selalu mencari pemimpin di tim untuk maju ketika keadaan tidak berjalan baik," ungkap dia.
"Saya sudah mengkritik Salah di luar lapangan. Saya ingin dia keluar dan melakukan wawancara serta berbicara kepada para pendukung Liverpool tentang apa yang akan dilakukan para pemain, tentang apa yang terjadi di ruang ganti, dan memberi para pendukung harapan bahwa keadaan akan membaik," tandas dia.
"Tapi saya tidak suka mengkritik mereka di lapangan karena mereka adalah legenda sejati atas apa yang telah mereka lakukan, dan kaki mereka baru saja cedera," kata Carragher.
Salah mencatatkan 57 keterlibatan dalam gol musim lalu, terbanyak di antara pemain mana pun di lima liga top Eropa di semua kompetisi. Sejauh musim ini, dia baru menyumbang delapan (lima gol, tiga assist).
Namun Carragher mengatakan pemain seperti Salah dan Van Dijk membutuhkan dukungan.
"Saya melihat beberapa yang lain maju. Bisakah Anda hanya bermain bagus ketika mereka bermain bagus? Ketika mereka membawa Anda? Dari segi pemain dan cara mereka bermain, itu tidak bisa diterima oleh Liverpool," papar Carragher.
"Ini mungkin gambaran masa depan Liverpool ketika Mo Salah pindah, Van Dijk pindah, dan Alisson pindah," imbuh dia.

Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Prediksi Skor PSMS Medan vs Port FC Piala Presiden 2026: Debut Bruno Moreira Usai Tinggalkan Persebaya Surabaya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Profil Fajar Listyantara, Legenda PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta yang Meninggal Dunia Akibat Gagal Ginjal
Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Momentum Green Force Unjuk Gigi
Ikhwan Ali Tanamal Resmi Gabung Persib Bandung, Siap Bekerja Keras Rebut Tempat di Tim Utama
Prediksi Susunan Pemain PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Port Lions Masih Terlalu Digdaya!
Prediksi Skor Persib Bandung vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Maung Bandung Masih Terlalu Perkasa?
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
