
Luciano Spalletti di bangku cadangan Juventus saat pertandingan Liga Champions. (Dok. beIN Sports)
JawaPos.com – Luciano Spalletti mengaku Juventus sempat mengalami kesulitan mengatasi permainan lawan dalam kemenangan tandang krusial 3–2 atas Bodo/Glimt di Stadion Aspmyra, pada Rabu (26/11) dini hari WIB.
Bianconeri tertinggal 1–0 terlebih dahulu atas raksasa Norwegia itu saat babak pertama, tetapi pertandingan berubah dengan masuknya Kenan Yildiz, yang menginspirasi gol-gol dari Lois Openda, Weston McKennie, dan Jonathan David untuk kemenangan 3-2.
Pertandingan berlangsung sengit. Bodo/Glimt sempat menyamakan kedudukan menjadi 2-2 di menit-menit akhir melalui penalti Sondre Brunstad Fet, sebelum David menuntaskan gol penentu kemenangan pada menit ke-91.
"Tim (lawan) bermain terbuka yang sempat menyulitkan, karena Bodo/Glimt bermain dengan umpan-umpan impresif dan kecepatan berpikir di lapangan, yang cukup mengintimidasi kami mengingat laga ini di kandang mereka," kata sang pelatih kepada Sky Sport Italia.
"Kami tidak memaksimalkan beberapa situasi di babak pertama, setelah jeda mereka menambah keunggulan dan semakin menekan. (Jadi) ini adalah kemenangan penting, kemenangan yang pantas didapat para pemain. Kami mendedikasikannya untuk diri kami dan penggemar," tuturnya.
Mantan pelatih timnas Italia itu terus mengungkap kesulitan-kesulitan lain yang dihadapi skuadnya saat bertandang ke raksasa Liga Norwegia itu, yang juga sempat membantai tim Italia lainnya, AS Roma dengan skor 6–1.
“Semua orang (tim) kesulitan (bermain) di sini (Norwegia), mereka semua mengatakan kepada kami bahwa rasanya (pemain) tuan rumah melaju dua kali lebih cepat, bahwa mereka bisa bernapas lebih lega dalam iklim ini, ada begitu banyak kesulitan,” lanjut Spalletti.
“Sayang sekali (jika) tidak membawa pulang tiga poin setelah (perjuangan Juventus di) babak kedua itu, karena para pemain telah melakukan apa yang perlu mereka lakukan di lapangan," ujarnya lagi.
“Tim memang merasa ada yang mengganjal, mereka tidak memiliki kebebasan untuk membuat keputusan dan memainkan gaya mereka. Ada juga masalah dengan membiarkan Bodo/Glimt kembali bermain dan kami seharusnya bisa menghindarinya."
“Beberapa pemain juga belum sepenuhnya fit atau dalam performa terbaik, dan kami perlu melakukan ini dalam situasi pertandingan yang sebenarnya, bukan dalam latihan yang netral, karena kecepatan berpikir dan gerakan itulah yang dibutuhkan,” pungkas pria berusia 66 tahun itu.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
