Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 19 November 2025 | 06.05 WIB

Ketika Amerika Membuka Pintu untuk Penonton Piala Dunia

Ilustrasi Piala Dunia 2026. (Antara)

JawaPos.com - Di tengah persiapan besar menuju salah satu acara olahraga paling masif di dunia, Amerika Serikat mengambil langkah yang tak biasa: membuka pintu lebih cepat bagi para penonton. Dalam pertemuan di Gedung Putih, Presiden AS Donald Trump, Satuan Tugas Gedung Putih, dan Presiden FIFA Gianni Infantino menyepakati sebuah kebijakan baru yang akan mengubah alur perjalanan para penggemar sepak bola dari berbagai negara.

Kebijakan itu diberi nama FIFA PASS, sebuah sistem janji temu visa prioritas bagi siapa pun yang memegang tiket resmi Piala Dunia. Bukan penghapusan visa, bukan keistimewaan bebas masuk, tetapi jalur yang lebih cepat bagi mereka yang ingin memastikan untuk bisa tiba di Amerika Serikat dan menyaksikan pertandingan tanpa terhambat proses administratif.

Di balik meja pertemuan itu, Infantino membawa semangat yang selama ini menjadi narasi FIFA, keterbukaan. Ia menyebut layanan FIFA PASS sebagai contoh nyata bagaimana Amerika dan FIFA ingin menjadikan turnamen ini “yang paling besar dan paling inklusif dalam sejarah.”

“Amerika menyambut dunia,” ungkap Infantino. Kalimat yang terdengar sederhana, namun sarat makna, terutama bagi jutaan penggemar yang tengah bersiap terbang ke Amerika Utara.

Pernyataan Infantino memberi nada optimistis, seolah memberi sinyal bahwa pengalaman menuju Piala Dunia kali ini akan berbeda, lebih ramah, lebih mudah, dan lebih terencana.

Beberapa minggu setelah tiket dijual pada Oktober, antusiasme langsung terlihat. Lebih dari 1 juta tiket ludes, memaksa FIFA membuka tahap kedua untuk satu juta tiket berikutnya. Angka itu menggambarkan betapa besar gelombang manusia yang akan bergerak menuju 11 kota tuan rumah di AS, tiga kota di Meksiko, dan dua kota di Kanada.

Dengan 78 pertandingan hanya di wilayah AS dan total 48 tim yang akan berlaga di tiga negara, mobilitas ini tentu membutuhkan penanganan imigrasi yang jauh lebih cepat. Di sinilah FIFA PASS menjadi penting, bukan sekadar fasilitas tambahan, tetapi penyangga logistik bagi salah satu turnamen paling padat sepanjang sejarah.

Untuk memastikan layanan itu berjalan, Menteri Luar Negeri Marco Rubio mengumumkan bahwa pemerintah telah mengirimkan lebih dari 400 petugas konsuler tambahan ke berbagai negara. Menurutnya, di sekitar 80 persen wilayah dunia, waktu tunggu wawancara visa kini berada di bawah 60 hari.

Trump sendiri mendorong para pelancong agar tidak menunda.

Ia sangat menganjurkan calon pengunjung untuk segera mengajukan visa, memanfaatkan jalur prioritas selagi masih longgar. Dalam konteks pemerintahan dengan kebijakan imigrasi ketat, pernyataan itu terdengar seperti pengecualian yang sengaja dibuat untuk mengakomodasi arus wisatawan Piala Dunia.

Sementara itu, kualifikasi masih berjalan. Negara-negara dari berbagai benua sedang memperebutkan tempat tersisa untuk melengkapi daftar 48 tim. Tuan rumah, AS, Meksiko, dan Kanada sudah dipastikan tampil. Pengundian babak penyisihan grup dijadwalkan pada 5 Desember, menandai fase baru bagi tim, panitia, dan para penggemar.

Setiap langkah dalam kalender menuju Piala Dunia tampak bergerak serempak: tiket terjual cepat, kota-kota tuan rumah bersiap, dan jalur imigrasi dibuka lebih longgar. Di tengah kepadatan persiapan itu, FIFA PASS menjadi jembatan agar pengalaman penonton tidak terhambat birokrasi.

FIFA PASS lahir dari upaya menyeimbangkan dua dunia yang sering tidak berjalan beriringan: olahraga dan politik imigrasi. Pemerintah Trump tetap mempertahankan standar keamanan dan ketatnya sistem imigrasi, namun membuka ruang prioritas bagi pemegang tiket Piala Dunia.

Pada akhirnya, kebijakan ini tidak hanya tentang visa. Ini tentang memastikan bahwa ketika peluit pertama ditiup, stadion-stadion di Amerika Utara terisi oleh orang-orang yang sudah jauh-jauh datang demi menyaksikan momen-momen yang hanya terjadi empat tahun sekali.

Editor: Banu Adikara
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore