Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 15 November 2025 | 04.49 WIB

Kisah Heroik Haiti di Kualifikasi Piala Dunia 2026: Tidak Bisa Main di Kandang Sendiri hingga Diserbu Geng

Pertandingan antara Haiti melawan Kosta Rika di Stadion Ergilio Hato, Willemstad, Curaçao, Jumat (14/11) (CONCACAF)

JawaPos.com – Tim nasional Haiti sedikit demi sedikit mencoba menorehkan kisah heroik mereka selama pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2026 zona CONCACAF (Amerika Utara, Tengah, dan Karibia).

Dikutip dari situs berita ESPN dan laman resmi FIFA, Haiti di luar dugaan membuat kejutan dengan mengalahkan tuan rumah Nikaragua dalam pertandingan babak ketiga kualifikasi Piala Dunia 2026 zona CONCACAF pada Jumat (10/10) lalu.

Cuaca buruk dengan hujan deras dan kilat menyambar ditambah lampu yang sempat padam selama pertandingan di Stadion Nacional, Managua, Nikaragua, tidak membuat semangat para pemain Haiti turun.

“Hujan deras sekali. Para penggemar menggila setiap kali petir menyambar. Pada satu titik, hujan turun begitu deras, saya tidak bisa melihat ke mana kiper mengarahkan bola saat tendangan gawang,” kata bek timnas Haiti Markhus “Duke” Lacroix.

“Lampu padam, penonton semakin heboh. Kami kembali, tak ada yang bergerak sedikit pun. Semua orang masih di sana,” tambah Lacroix.

Terlepas dari jalannya pertandingan dalam kondisi cuaca yang buruk dan lampu padam, Haiti berhasil membawa pulang tiga poin dengan skor 0-3 di kandang Nikaragua.

“Untuk bersaing di kandang lawan, Anda harus bangga meredam atmosfer tersebut,” ucap Lacroix yang memberikan satu assist untuk gol terakhir bagi Haiti dalam laga itu.

Haiti terakhir kali bermain di Stade Sylvio Cator, stadion nasional sekaligus kandang mereka, pada Juli 2021 silam ketika menjamu Kanada dalam pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2022.

Pada Maret 2024, Stade Sylvio Cator diserbu oleh sekelompok geng dan Federasi Sepak Bola Haiti menyatakan bahwa mereka kehilangan kepemilikan atas stadion tersebut.

Geng-geng mengambil alih kekuasaan di negara tersebut menyusul pembunuhan Presiden Jovenel Moïse pada 2021.

Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia melaporkan bahwa pada Juli 2025, lebih dari 1,3 juta penduduk Haiti mengungsi karena 85 persen wilayah Port-au-Prince berada di bawah kekuasaan geng.

Haiti terpaksa meminjam Stadion Ergilio Hato di kota Willemstad, Curaçao, sebagai kandang mereka selama pertandingan babak ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona CONCACAF.

“Saya belum pernah bermain di Haiti, tetapi semua orang yang saya ajak bicara yang pernah bermain di Haiti mengatakan bahwa memiliki penggemar, dukungan negara, dan dukungan itu sangat berarti bagi saya,” ujar bek timnas Haiti Garven-Michee Metusala.

“Rasanya kita semua sudah terbiasa sekarang, tidak bermain di depan penggemar sendiri. Saya rasa kita tidak bisa lagi menggunakannya sebagai alasan,” tegas pemain yang lahir di Quebec, Kanada tersebut.

Editor: Banu Adikara
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore