
Vinicius Jr dan Xabi Alonso (Dok. Bein Sports)
JawaPos.com – Bentrokan baru kembali terjadi antara Vinicius Jr dan pelatih Real Madrid, Xabi Alonso, di Liga Champions.
Dilansir dari laman Bein Sports pada Kamis (2/10), ketegangan ini muncul saat laga melawan Kairat Almaty di Kazakhstan pada menit ke-70. Alonso memutuskan mengganti Vinicius bersama Mastantuono dengan memasukkan Brahim Díaz dan Rodrygo.
Vinicius terlihat tidak bisa menyembunyikan rasa frustrasinya ketika meninggalkan lapangan. Ia memberi isyarat dan bergumam meski tetap berjabat tangan dengan pelatih dan staf.
Baca Juga: Deretan Fakta Florian Wirtz yang Kesulitan Bersinar di Liverpool dan Kritik Publik Jadi Hambatan
Ekspresi itu memperlihatkan ketidakpuasan yang kini sering terlihat setiap kali dirinya diganti.
Peristiwa ini menambah panjang daftar ketegangan yang melibatkan Vinicius dan Alonso sejak awal musim.
Setiap kali pemain Brasil itu ditarik keluar, reaksi emosionalnya langsung menjadi sorotan publik. Situasi ini pun menimbulkan spekulasi mengenai retaknya hubungan antara keduanya.
Usai pertandingan, Alonso mencoba meredam kontroversi lewat konferensi pers. Ia menyebut bahwa gestur Vinicius kali ini tidak berkaitan dengan kemarahan. Menurutnya, komentar sang pemain telah disalahartikan publik sehingga tidak ada masalah serius.
Namun, gambar dan rekaman pertandingan menunjukkan kisah yang berbeda. Vinicius sudah beberapa kali menunjukkan ekspresi kesal secara terbuka di depan kamera. Hal ini semakin mencuat karena performanya di Liga Champions sejauh ini belum memuaskan.
Pemain berusia 24 tahun itu meninggalkan Kazakhstan tanpa gol atau assist, sama seperti laga kontra Olympique de Marseille.
Dari sembilan pertandingan musim ini, ia hanya menyelesaikan dua laga penuh di LaLiga. Rekornya sejauh ini tiga gol dan empat assist, belum sesuai ekspektasi seorang bintang utama Madrid.
Ketegangan antara Vinicius dan Alonso kini menjadi perhatian besar bagi publik dan media. Dengan ekspektasi tinggi terhadap sang pemain, sikap frustrasinya dapat memperburuk suasana tim.
Banyak yang beranggapan jika ketegangan keduanya tidak segera diselesaikan, konflik ini berpotensi mengganggu stabilitas Real Madrid di musim kompetitif.
