
Sekelompok fans AZ Alkmaar menyerang keluarga pemain West Ham di tribune Stadion AFAS.
JawaPos.com – Sekelompok penggemar AZ Alkmaar menyerbu area tempat teman dan keluarga pemain West Ham duduk. Mereka menimbulkan ketakutan di Stadion AFAS.
Pasukan David Moyes mengamankan tempat di final Liga Konferensi Eropa pada Jumat (19/5) dini hari setelah mengalahkan lawan mereka dari Belanda dengan agregat 3-1, tetapi insiden mengejutkan ini merusak pertandingan semifinal yang kompetitif.
Seperti yang bisa Anda lihat pada cuplikan di bawah ini, sejumlah suporter West Ham diserang oleh ultras AZ Alkmaar setelah peluit penuh waktu dibunyikan wasit.
Faktanya, sekelompok pendukung AZ yang marah melompati barikade dan masuk ke 'bagian keluarga' West Ham berada di salah satu tribune AFAS, di mana makian hingga lemparan mereka lontarkan.
Sejumlah steward mencoba turun tangan, namun tak mampu menghentikan gelombang suporter AZ.
Beberapa pemain West Ham yang prihatin, termasuk Declan Rice berlari untuk mencoba dan menenangkan keadaan, dengan banyak anggota keluarga mereka (West Ham) terjebak dalam huru-hara.
Video dari stadion AFAS menunjukkan Michail Antonio dan Flynn Downes memanjat papan iklan, sementara yang lain ditahan.
Reporter Guardian Jacob Steinberg memposting pembaruan segera setelah insiden itu, dengan mengatakan: "Beberapa penggemar AZ Alkmaar telah mempermalukan diri mereka sendiri. Ultras menyerang keluarga pemain West Ham setelah peluit akhir. West Ham pantas lolos ke final."
Berbicara kepada BT Sport setelah adegan yang tidak menyenangkan, mantan gelandang The Hammers, Joe Cole, mengatakan: "Itu tidak masuk akal. Pria dewasa yang konyol, penggemar AZ Alkmaar menyerang para penggemar di mana keluarga duduk, teman, dan kolega kami. Para pemain mencoba untuk melerainya.”
"Anda harus melihat UEFA dan AZ Alkmaar dengan hal-hal seperti itu. Muncul dengan pukulan balaclava, itu konyol. Para pemain berhak khawatir, keluarga, teman, anak-anak di sana. Konyol dalam permainan modern, menyedihkan,” lanjut Cole.
"Orang-orang berbicara tentang hooliganisme di Inggris. Kami tidak melihat hal-hal seperti itu, kami sudah lama tidak melakukannya. Kami mendapatkan reputasi untuk itu. Ini adalah klub lain di Eropa, itu menyedihkan."
Cole menambahkan: "Kami punya teman yang duduk di sana. Dalam permainan modern, dengan kamera di tempat-tempat ini, cari tahu siapa orang-orang ini dan larang mereka seumur hidup. Kami berbicara tentang membawa anak-anak kami ke final sekarang, dan Anda membuat mereka khawatir ketika Anda melakukan hal-hal seperti itu."

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mantan Kiper Persebaya Surabaya Buka Suara! Dimas Galih Ungkap Kondisi Ruang Ganti PSBS Biak
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
