Virgil van Dijk saat pemanasan sebelum pertandingan Liverpool vs Galatasaray. (Reuters/Dilara Senkaya)
JawaPos.com – Kapten Liverpool, Virgil van Dijk, berbicara kepada media setelah timnya mengalami kekalahan yang mengecewakan 0-1 dari Galatasaray pada pekan kedua Liga Champions, yang berlangsung Rabu (1/10) dini hari WIB di Stadion RAMS. Van Dijk menegaskan perlunya perbaikan dan menghindari kesalahan-kesalahan yang tidak perlu.
Kekalahan ini menjadi yang kedua secara beruntun bagi Liverpool, setelah mereka sebelumnya juga harus menelan pil pahit saat menghadapi Crystal Palace di laga Liga Inggris akhir pekan lalu, sehingga mengakhiri rekor kemenangan berturut-turut mereka.
Mengacu pada laporan dari Reuters, yang mencakup wawancara van Dijk dengan Amazon Prime, bek berusia 34 tahun ini menekankan bahwa timnya seharusnya tidak merasakan kepanikan akibat dua kekalahan tersebut. "Saya benci kekalahan. Seharusnya tidak ada kepanikan (setelah dua kekalahan beruntun), tetapi pasti ada perbaikan yang diperlukan," ungkapnya setelah pertandingan.
Van Dijk melanjutkan, "Saya pikir itu adalah langkah maju yang besar dalam hal kemauan (untuk bangkit) dan kerja keras yang kami lakukan sejak akhir pekan, tetapi itu tidak terlalu sulit karena akhir pekan (lalu) itu memang buruk." Dia juga menekankan pentingnya memanfaatkan peluang dan menghindari kesalahan yang dapat merugikan tim. "Kami harus memanfaatkan peluang, tidak membiarkan penalti hari ini (kepada lawan), dan tidak membuat kesalahan konyol sesekali," tambahnya.
Dia menyadari bahwa berbicara tentang hal-hal ini lebih mudah daripada melakukannya, tetapi dia tetap optimis. "Ini adalah proses dan kami harus terus maju. Terus bekerja, tetap bersatu, dan fokus pada pertandingan berikutnya (melawan Chelsea). Hanya itu yang bisa kami fokuskan (saat ini)," tutup pemain yang akrab disapa Big Virg tersebut.
Kekalahan Liverpool terjadi setelah mereka memberikan penalti di menit ke-16, yang berhasil dieksekusi oleh Victor Osimhen, menyusul pelanggaran keras yang dilakukan Dominik Szoboszlai terhadap baris Yilmaz, yang menjadi satu-satunya gol dalam laga ini.
Pelatih Liverpool, Arne Slot, juga menyampaikan rasa kecewa atas hasil tersebut, namun ia tetap melihat adanya perbaikan dalam performa tim dibandingkan dengan laga sebelumnya. "Kami sudah kalah dua kali beruntun, ini juga terkait dengan jadwal yang akan datang (padat). Tandang ke Galatasaray bukanlah duel yang mudah, sama seperti Palace. Sekarang kami akan menghadapi Chelsea di kandang lawan, jadi pertandingan yang sulit," jelasnya.
Slot menambahkan, "Saya melihat banyak hal. Babak pertama, cara kami bermain, cara kami mengendalikan permainan, seberapa sering kami menempatkan penyerang kami di posisi yang menjanjikan." Namun, ia mencatat bahwa di babak kedua, hal tersebut berkurang. "Tapi saya rasa di babak kedua tidak banyak waktu bermain (karena terpotong beberapa hal). Striker mereka empat atau lima kali tersungkur di lapangan, pergantian pemain, hingga cedera," tutup Slot.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
