
Ilustrasi suporter Premier League. (Instagram/@premierleague)
JawaPos.com-Premier League akan tetap menerapkan Profitability and Sustainability Rules (PSR) setelah upaya untuk memperkenalkan aturan pengeluaran baru tidak mencapai kesepakatan dalam pertemuan pemegang saham. Hal ini menegaskan bahwa regulasi PSR masih menjadi acuan utama dalam mengatur keuangan klub untuk musim-musim mendatang.
Selama satu setengah tahun terakhir, operator liga telah mencoba menawarkan dua opsi baru untuk menggantikan atau melengkapi PSR. Opsi pertama adalah squad-cost ratio, yaitu batasan yang mengizinkan klub hanya mengeluarkan hingga 85 persen dari pendapatan mereka untuk gaji pemain, biaya transfer, dan agen.
Opsi kedua adalah anchoring, sebuah sistem yang mengaitkan batas belanja klub dengan pendapatan tim yang menempati posisi terbawah dalam liga.
Dilansir melalui laman The Guardian, diskusi pada pertemuan difokuskan untuk menangani masalah yang diajukan masing-masing klub, dengan sudut pandang yang sering kali berbeda sesuai dengan posisi klub dalam kompetisi. Salah satu dari dua proposal, yang dikenal sebagai rasio biaya skuad, akan membatasi pengeluaran gaji hingga 85 persen dari pendapatan.
Sembilan dari 20 klub liga sudah berkomitmen pada sistem semacam itu sebagai syarat kualifikasi untuk kompetisi Eropa dan diyakini menghargai fleksibilitas yang diberikan PSR di dalam negeri.
Klub besar seperti Manchester United dan Manchester City menolak aturan anchoring karena dianggap akan membatasi ruang gerak finansial mereka. Sementara itu, sebagian klub yang rutin tampil di kompetisi Eropa merasa sudah terbiasa dengan penerapan rasio biaya skuad dalam bentuk lain, sehingga tidak melihat adanya kebutuhan mendesak untuk perubahan.
Selain perbedaan pandangan, terdapat pula kekhawatiran mengenai bagaimana aturan anchoring akan berdampak pada klub yang terdegradasi ke Championship. Sistem keuangan yang ada saat ini, termasuk pembayaran parachute bagi klub yang turun kasta, dianggap akan bertabrakan dengan mekanisme baru tersebut.
Dengan tidak tercapainya konsensus, PSR dipastikan tetap berlaku dalam waktu dekat. Belum ada jadwal pasti kapan aturan baru akan kembali dibahas atau diberlakukan.
Diskusi yang lebih luas juga melibatkan wacana regulasi dari badan independen sepak bola, termasuk kemungkinan kewajiban bagi klub untuk menyimpan cadangan dana guna mengantisipasi kondisi darurat finansial.
Keputusan ini membuat PSR masih menjadi kerangka utama pengendalian keuangan di Premier League, setidaknya hingga ada kesepakatan baru yang bisa diterima oleh mayoritas klub.

Kapolri Kenang Warisan Bung Karno, Tegaskan Semangat Pemimpin Bangsa Harus Terus Dijaga
Prediksi Skor Ekuador vs Curacao di Piala Dunia 2026: La Tri Wajib Menang demi Lolos ke Babak 32 Besar
Prediksi Skor Jerman vs Pantai Gading di Piala Dunia 2026: Ujian Sesungguhnya Die Mannschaft di Grup E
BGN Terbitkan SE Nomor 12 Tahun 2026, Layanan MBG Dihentikan Sementara saat Hari Libur
Gabriel Budi Blak-blakan, Agen Pemain Persebaya Surabaya Ungkap Sosok Paling Berkesan
Prediksi Susunan Pemain Timnas Brasil vs Haiti: Danilo Ingin Selecao Kuasai Permainan
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
TVRI Hilang? Begini Cara Memunculkan Sinyal TVRI untuk Nonton Piala Dunia 2026 Gratis
Jadwal Moto3 Ceko 2026! Veda Ega Pratama P14 dan Langsung Lolos Q2
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
