Pep Guardiola. (Instagram @pepteam)
JawaPos.com – Manchester City mencatat rekor penguasaan bola terendah sepanjang karier Pep Guardiola saat menahan imbang Arsenal 1-1.
Dilansir dari laman Flashscore pada Senin (22/9), Pertandingan di Emirates Stadium pada Minggu itu menampilkan taktik bertahan ekstrem dari City yang jarang terlihat sebelumnya.
Gol penyeimbang Gabriel Martinelli di menit ke-93 menggagalkan keunggulan awal City dan memastikan hasil imbang.
City mengakhiri laga dengan penguasaan bola hanya 32,8 persen menurut data Opta, menjadi yang terendah dalam catatan Guardiola di liga papan atas.
Biasanya, tim asuhan Guardiola mendominasi penguasaan bola dan menekan lawan tanpa henti. Namun kali ini, City mengakhiri pertandingan dengan formasi 5-4-1 yang sangat defensif.
Guardiola menegaskan bahwa jadwal padat menjadi alasan utama strategi pragmatis tersebut. City baru saja menghadapi Napoli di Liga Champions pada Kamis malam sebelum bertandang ke Arsenal. Menurutnya, intensitas laga sebelumnya memaksa mereka bermain lebih hati-hati.
Meski begitu, Guardiola mengakui bahwa kualitas Arsenal memengaruhi keputusannya untuk bermain defensif.
Guardiola bahkan membandingkan laga itu dengan Arsenal yang pernah bertahan total di Etihad musim lalu. Baginya, pragmatisme kali ini adalah pilihan realistis untuk meraih hasil.
“Saya menderita, saya tidak suka ini,” ucap Guardiola jujur kepada wartawan seusai pertandingan, seperti dikutip pada Flashscore.
Guardiola juga menambahkan bahwa dirinya lebih senang timnya menguasai bola seperti biasanya.
Pelatih asal Spanyol itu ingin City terus bermain menyerang meskipun harus menghadapi jadwal ketat.
Guardiola juga menyoroti pentingnya membangun kembali semangat skuad setelah musim lalu yang penuh tekanan. Ia menekankan fokus pada suasana hati positif di latihan tanpa menetapkan target tinggi. Menurutnya, kebahagiaan dalam latihan akan berdampak langsung pada performa di lapangan.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
