Kylian Mbappe tak yakin bisa raih Ballon d
JawaPos.com - Kepolisian Nasional Spanyol menahan seorang suporter yang diduga melakukan pelecehan rasis terhadap Kylian Mbappe saat Real Madrid bertandang ke markas Real Oviedo pada 24 Agustus lalu. Dalam laga La Liga yang dimainkan di Estadio Carlos Tartiere, yang berakhir dengan skor 3-0 untuk kemenangan Madrid, Mbappe tampil gemilang dengan mencetak dua gol meski mendapat aksi tidak terpuji dari tribune.
Menurut keterangan polisi, pelaku tertangkap kamera televisi membuat gestur dan suara yang menirukan monyet sesaat setelah Mbappe membuka keunggulan pada menit ke-37. La Liga yang mengamati rekaman pertandingan segera melaporkan insiden tersebut. Setelah proses identifikasi, aparat menangkap dan memeriksa pelaku pada Rabu (10/9), kemudian melimpahkan kasus ini ke jaksa penuntut kejahatan rasial.
Langkah cepat ini menjadi bagian dari kebijakan tegas LaLiga terhadap tindakan diskriminatif di stadion. Liga Spanyol memang memperketat pengawasan, terutama setelah beberapa insiden serupa yang melibatkan pemain bintang lain dalam dua tahun terakhir.
Berdasarkan hukum Spanyol, pelaku kejahatan rasial di arena olahraga dapat dijatuhi hukuman penjara hingga tiga tahun. Selain itu, denda yang dikenakan bervariasi antara sekitar Rp 10 miliar hingga Rp 11,8 miliar serta larangan memasuki stadion untuk jangka waktu tertentu. Aparat menegaskan bahwa proses hukum akan berjalan sesuai aturan, menjadikan kasus ini sebagai peringatan keras bagi suporter yang melanggar batas.
La Liga dalam beberapa musim terakhir memang mengambil peran aktif memerangi rasisme di sepak bola Spanyol. Contoh paling menonjol terjadi pada Mei 2023, ketika Vinicius Junior dari Real Madrid menjadi sasaran pelecehan di Stadion Mestalla, Valencia. Tiga penggemar kala itu dijatuhi hukuman penjara setelah pengadilan menyatakan mereka bersalah.
Awal bulan ini, pengadilan juga menghukum seorang suporter Espanyol yang melakukan pelecehan rasial terhadap Inaki Williams dari Athletic Bilbao pada Januari 2020. Itu menjadi kasus pertama yang dibawa La Liga ke ranah hukum dan berujung vonis bersalah.
Di tengah kasus yang menodai atmosfer pertandingan, performa Mbappe tetap mencuri perhatian. Pemain internasional Prancis tersebut mencetak dua gol dalam kemenangan 3-0 Madrid, mengawali musimnya di Spanyol dengan catatan impresif. Namun, kejadian di Oviedo juga menegaskan bahwa perjuangan melawan rasisme di sepak bola Eropa masih jauh dari selesai.

Prediksi Skor Kanada vs Maroko di Piala Dunia 2026: Singa Atlas Lebih Diunggulkan, Mampukah Les Rouges Balas Dendam?
Prediksi Skor Paraguay vs Prancis di 16 Besar Piala Dunia 2026: Ujian Konsistensi si Biru
Prediksi Skor Meksiko vs Inggris di Piala Dunia 2026: Kelemahan 3 Singa di Estadio Azteca
Prediksi Skor Brasil vs Norwegia di Piala Dunia 2026: Statistik Vikings Siap Hancurkan Samba
Prediksi Skor Brasil vs Norwegia: Bursa Taruhan Dunia Jagokan Selecao, Opta Beri Peluang Menang 53,6 Persen
Prediksi Skor Meksiko vs Inggris di Piala Dunia 2026: Ujian Konsistensi The Three Lions Demi Lolos Perempat Final!
Prediksi Skor Prancis vs Paraguay: Bursa Taruhan Jagokan Les Bleus, Opta Catat Peluang Menang 79,7 Persen!
Kisah Renato Veiga, Bek Timnas Portugal yang Tumbuh di Maroko hingga Memilih Memeluk Agama Islam
Prediksi Skor Kanada vs Maroko: Bursa Dunia Sepakat Pilih Atlas Lions, Opta Beri Peluang Menang 51,8 Persen
Prediksi Skor Inggris vs Meksiko: Bursa Taruhan Dunia Tetap Jagokan Three Lions, Rekor Angker Azteca Jadi Ancaman
