
Emile Smith-Rowe (kiri) mencetak gol ke gawang Manchester United. (Dok. Fulham)
JawaPos.com - Manchester United kembali gagal meraih kemenangan perdana di Premier League musim 2025/2026. Bertandang ke markas Fulham di Craven Cottage, Minggu (24/8), skuad asuhan Ruben Amorim hanya mampu bermain imbang 1-1. Laga ini diwarnai penalti gagal Bruno Fernandes, gol kontroversial United, hingga penyelamat dari pemain pengganti Fulham, Emile Smith Rowe.
Sejak menit awal, United tampil menekan. Matheus Cunha dan Mason Mount beberapa kali mengancam pertahanan tuan rumah. Namun, ketajaman lini depan masih belum membuahkan hasil. Fulham yang mengandalkan kecepatan Alex Iwobi serta Raul Jimenez juga sesekali memberi tekanan ke gawang Altay Bayindir, terutama lewat situasi bola mati.
Peluang emas datang pada menit ke-38 setelah VAR memutuskan ada pelanggaran di kotak penalti ketika Mount dijatuhkan oleh bek Fulham, Calvin Bassey. Fernandes yang ditunjuk sebagai algojo justru membuang kesempatan. Tendangan kapten United itu melambung jauh di atas mistar. Fernandes tampak kehilangan fokus karena sempat bersitegang kecil dengan wasit Chris Kavanagh sebelum menendang bola.
United akhirnya membuka skor di menit ke-58 lewat situasi bola mati. Sundulan bek muda Leny Yoro mengenai Rodrigo Muniz dan membuat kiper Fulham, Bernd Leno, terkecoh. Gol ini sempat menuai kontroversi karena Yoro diduga mendorong Bassey sebelum melakukan sundulan. Protes keras pemain Fulham pun tak digubris wasit, sehingga gol tetap disahkan.
Tak butuh waktu lama bagi tuan rumah untuk bangkit. Masuk sebagai pemain pengganti di menit ke-72, Smith Rowe langsung memberi dampak instan. Hanya butuh satu sentuhan, ia menyambar umpan silang Antonee Robinson untuk menaklukkan Bayindir di menit ke-73. Gol itu menjadi yang pertama bagi Smith Rowe sejak berseragam Fulham, sekaligus memastikan The Cottagers tidak pulang dengan tangan hampa.
Suporter Fulham menyebut gol Smith Rowe sebagai bentuk balasan setelah sebelumnya mereka merasa dirugikan oleh gol kontroversial United. Bahkan, Fulham hampir membalikkan keadaan lewat peluang Iwobi di penghujung laga, namun sepakannya masih melebar tipis.
Man of the match pada pertandingan ini jatuh kepada bek Fulham, Joachim Andersen. Bek asal Denmark itu tampil solid dengan sembilan kali sapuan, memenangkan tiga dari empat duel udara, serta mencatat delapan umpan panjang sukses dari 12 percobaan. Penampilannya yang disiplin di lini belakang membuat Fulham layak mendapatkan satu poin.
Secara statistik, Fulham unggul tipis dalam penguasaan bola 52 persen berbanding 48 persen milik United. The Cottagers juga lebih agresif dengan 14 tembakan dan empat di antaranya tepat sasaran, sementara United hanya mencatatkan 10 tembakan dengan tiga mengarah ke gawang. Fulham pun lebih dominan di bola mati dengan sembilan sepak pojok, sedangkan United hanya enam kali.
Bagi Manchester United, hasil ini memperpanjang tren tanpa kemenangan di dua laga awal Premier League musim ini. Setelah sebelumnya kalah dari Arsenal, kini mereka kembali gagal menuntaskan laga dengan tiga poin. Kegagalan Fernandes mengeksekusi penalti pun menjadi sorotan besar, mengingat sebelumnya ia sukses mencetak 11 penalti beruntun.
Sementara bagi Fulham, hasil imbang ini memberi suntikan moral positif. Marco Silva terbukti jitu memasukkan Smith Rowe di waktu yang tepat, sehingga timnya berhasil menghindari kekalahan. Suporter di Craven Cottage pun memberikan apresiasi besar atas kerja keras para pemain hingga peluit akhir berbunyi.
Kini, kedua tim akan mengalihkan fokus ke ajang EFL Cup. Fulham akan menjamu Bristol City pada Rabu (27/8), sementara Manchester United bertandang ke markas Grimsby Town. Setelah itu, Fulham akan melakoni derby London melawan Chelsea, sedangkan United menjamu Burnley di Old Trafford.
Bagi Amorim, hasil seri ini jelas meninggalkan rasa frustrasi. Pelatih asal Portugal tersebut mungkin harus mempertimbangkan memberi kesempatan starter kepada striker barunya, Benjamin Sesko, yang masih disimpan sejak awal musim. Fans pun berharap perubahan segera dilakukan, agar United tidak semakin tercecer di papan klasemen.
Pertandingan di Craven Cottage ini membuktikan bahwa United masih mencari bentuk permainan terbaik, sementara Fulham terus menunjukkan mental pantang menyerah. Satu hal yang pasti, drama di Premier League musim ini kembali menyajikan tontonan yang tak pernah membosankan.

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Link Live Streaming PSG vs Arsenal Malam Ini Final Liga Champions, Siaran Langsung Jam Berapa dan Tayang di TV Mana?
3 Calon Pelatih Liverpool Musim Depan, Semua Masih Muda dan Bertalenta!
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
Bicara Kartu Merah: Arema FC Paling Brutal, Semua Perlu Belajar dari Borneo FC!
Berikut 3 Bek yang Dirumorkan Merapat ke Persebaya Surabaya! Ada Yusuf Meilana Hingga Bek Tengah Brasil
Prediksi Final Liga Champions 2026: PSG vs Arsenal, Les Parisiens Diunggulkan, The Gunners Butuh Keajaiban
Persib Bandung Ungkap Penyebab Masuk Daftar Banned FIFA, Bukan Tunggakan Gaji!
