
Penampilan pelatih Real Madrid Alvaro Arbeloa. (Istimewa)
JawaPos.com – Mantan pelatih kepala Real Madrid, Alvaro Arbeloa dikabarkan semakin dekat dalam penyelesaian kesepakatan untuk mengambil alih posisi pimpinan ruang ganti salah satu klub kuda hitam Liga Inggris, yaitu Fulham.
Juru taktik berusia 43 tahun ini sangat dihormati berkat kiprah manajerialnya bersama akademi Real Madrid, La Fabrica, tetapi reputasinya tercoreng selama empat bulan yang melelahkan saat memimpin tim senior di Santiago Bernabeu.
Hal itu menyebabkan ia diberhentikan dari jabatannya akhir musim 2025/2026, 12 bulan sebelum kontraknya habis. Tetapi, kini Arbeloa akan segera mendapat pekerjaan baru yang lebih menantang dengan datang ke liga paling kompetitif, terlebih untuk menangani tim papan tengah seperti Fulham.
“Pembicaraan antara Fulham dan Arbeloa telah dimulai sejak awal Juni, kedua pihak sedang berupaya untuk menyelesaikan kesepakatan untuk membawa sang pelatih ke Craven Cottage sebagai pengganti Marco Silva, yang hengkang melatih Benfica,” tulis laporan The Athletic.
Pengalaman yang didapat oleh Arbeloa saat ditunjuk menggantikan Xabi Alonso di Madrid sangat krusial untuk menambah jam terbangnya menangani tim senior. Tentu mengejutkan bahwa ia langsung disodori kontrak saat itu.
Namun, selama masa kepemimpinannya, keadaan di Bernabeu mulai memburuk, bahkan raja Eropa yang meraih mahkota 15 kali tersebut harus mengulang musim hampa tanpa trofi. Inilah yang menjadi penyebab utama didepaknya Arbeloa pada akhir musim lalu.
Performa Los Blancos yang tidak konsisten dan kurangnya disiplin di ruang ganti terbukti menjadi masalah serius. Untungnya bagi Arbeloa, ia bukanlahsatu-satunya kambing hitam dalam kemuraman di ibu kota Spanyol.
Karena semua keburukan yang terjadi pada Real Madrid berawal dari era Xabi Alonso juga. Yang paling menonjol adalah beratnya mengelola ego jajaran pemain bintang di dalam dan luar lapangan, dan hal ini tampaknya menjadi ujian berat bagi seorang pelatih pemula, seperti Arbeloa.
Meski pria kelahiran Salamanca itu menunjukkan potensi yang signifikan, ia jelas belum siap untuk posisi bergengsi memimpin klub sebesar Madrid. Hanya sedikit manajer yang mampu melakukan lompatan dari akademi ke tim utama, di antaranya adalah nama besar seperti Pep Guardiola dan Zinedine Zidane.
Baca Juga:Persebaya Surabaya Ulang Tahun ke-99, Toni Firmansyah Pasang Target Besar: Harus Lebih Disiplin!
Dan kini Arbeloa telah mendapat kesempatan yang sangat ia butuhkan untuk terus mengasah potensi menjadi pelatih hebat, tawaran dari Fulham bisa menjadi ajang mencari pengalaman, apalagi bertarung di kompetisi paling kompetitif seperti Liga Inggris.

Prediksi Skor Paraguay vs Australia di Piala Dunia 2026: Berebut Tiket 32 Besar Namun Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Swiss vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Tancap Gas Bombardir Gawang La Nati
Prediksi Skor Turki vs Amerika Serikat di Piala Dunia 2026: The Stars & Stripes Berburu Rekor Sempurna di Fase Grup
Prediksi Skor Jepang vs Swedia di Piala Dunia 2026: Samurai Biru Incar Tiket 32 Besar di Laga Penentuan
Prediksi Skor Afrika Selatan vs Korea Selatan di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Wajib Menang Demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Tunisia vs Belanda di Piala Dunia 2026: Oranje Wajib Menang demi Amankan Tiket 32 Besar
Profil Wakil Ketua BEM UI Fathimah Azzahra yang Konsisten Mengkritik Program MBG
Prediksi Skor Bosnia dan Herzegovina vs Qatar di Piala Dunia 2026: Mimpi Buruk Al-Annabi Belum Usai
Prediksi Skor Curacao vs Pantai di Piala Dunia 2026: Misi Les Éléphants Menang demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Maroko vs Haiti di Piala Dunia 2026: Achraf Hakimi Cs Siap Pesta Gol di Laga Penentuan
