Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 20 Agustus 2025 | 05.02 WIB

Dituding Blunder Karena Mainkan Altay Bayindir, Ruben Amorim Kesal

Dituding Blunder Karena Mainkan Altay Bayindir, Ruben Amorim Kesal

JawaPos.com - Pelatih Manchester United, Ruben Amorim, geram ketika dituding melakukan blunder karena memilih Altay Bayindir ketimbang Tom Heaton saat melawan Arsenal di laga pembuka Liga Inggris.

Bayindir dipercaya tampil sejak menit awal di Old Trafford, namun kesalahannya saat mengantisipasi tendangan sudut Declan Rice berujung pada gol tunggal Riccardo Calafiori di menit ke-13. 

Dilansir dari Manchester Evening News, situasi ini langsung membuat Amorim disorot karena dianggap salah pilih kiper.

Padahal, keputusan Amorim cukup masuk akal. Andre Onana baru saja pulih dari cedera hamstring dan hanya sempat mengikuti tiga sesi latihan, sehingga belum siap tampil. 

Sementara itu, Bayindir sudah turun di empat dari lima laga pramusim, sedangkan Heaton yang kini berusia 39 tahun terakhir kali tampil reguler lebih dari dua tahun lalu.

Amorim bahkan mengingatkan publik soal performa Bayindir musim lalu ketika tampil heroik di Piala FA melawan Arsenal. Saat itu, kiper asal Turki tersebut berhasil menyelamatkan dua penalti dan tampil gemilang sepanjang laga.

“Kenapa? Bayindir kena gol seperti ini di mana?” kata Amorim dengan nada kesal. 

“Di Tottenham, dengan VAR, itu jelas pelanggaran. Lalu apa yang terjadi di pertandingan berikutnya? Saat lawan Arsenal di Piala FA, siapa yang menyelamatkan penalti dan menjaga tim? Itu Altay. Jadi saya pertimbangkan semuanya sebelum memilih dia.”

Arsenal memang punya reputasi sebagai spesialis bola mati. Musim lalu, mereka mencetak dua gol ke gawang United dari situasi sepak pojok di Emirates. 

Amorim menilai timnya terlalu naif dalam mengantisipasi skema bola mati Arsenal, namun juga menyiratkan kalau aturan duel kiper masih sering merugikan penjaga gawang.

“Di sepak pojok, kiper harus ambil keputusan: dorong pemain lawan atau langsung ambil bola. Altay memilih ambil bola, tapi jelas ada dorongan sehingga dia gagal mengamankannya. Kalau itu dianggap sah, berarti kami juga harus melakukan hal yang sama,” jelas Amorim.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore