Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 18 Agustus 2025 | 22.04 WIB

Wayne Rooney Ungkap Sisi Lain: Dari Kritik Pedas Sebagai Pundit Hingga Dukungan untuk Anak di Akademi Manchester United

Legenda Manchester United Wayne Rooney. (Dok. BBC) - Image

Legenda Manchester United Wayne Rooney. (Dok. BBC)

JawaPos.com-Wayne Rooney mungkin selamanya akan dikenang sebagai salah satu penyerang terbaik Inggris. Dengan 53 gol dari 120 penampilan untuk timnas, serta koleksi trofi bergengsi mulai dari Premier League, Liga Champions, hingga Piala FA.

Sososk Rooney begitu melekat dalam sejarah sepak bola dunia. Namun, kini dia memasuki babak baru, menjadi pundit di program legendaris Match of the Day BBC.

Dalam wawancara eksklusif bersama Kelly Somers dalam seri The Football Interview, Rooney mengungkap sisi lain dirinya. Tak hanya sebagai legenda lapangan hijau, tapi juga sebagai ayah, pengamat, dan sosok yang terus belajar untuk mengimbangi perjalanan hidupnya.

Rooney mengenang masa kecilnya yang sederhana. Dia selalu bermain bola, entah di rumah, sekolah, atau jalanan Liverpool. Klub pertamanya adalah Copplehouse Colts di level U-9.

“Saya mencetak banyak gol, lalu menuliskan hasil pertandingan bersama ibu dan menempelkannya di kulkas,” ujarnya dalam wawancara yang dikutip dari BBC.

Namun, perjalanan itu nyaris terhenti ketika ia berusia 14 tahun. Rooney mengaku pernah ditegur keras oleh Colin Harvey, pelatih Everton U-19 saat itu, karena kedapatan membawa minuman keras.

“Dia bilang kalau saya terus seperti itu, semua bakat akan terbuang sia-sia,” kenang Rooney.

Sejak saat itu dia berhenti bergaul bebas dan fokus sepenuhnya pada sepak bola.

Pengorbanan Orang Tua, Inspirasi untuk Keluarga

Rooney juga menyinggung betapa besar peran kedua orang tuanya. Ibunya tak bisa mengemudi, sementara ayahnya sibuk bekerja. “Saya sering harus naik tiga bus bersama ibu hanya untuk bisa latihan,” ucap dia.

Kini, sebagai ayah dari empat anak, dia mulai merasakan sendiri betapa besar pengorbanan yang dilakukan orang tuanya dulu. Anak sulungnya, Kai, kini mengikuti jejak sang ayah dengan bergabung di akademi Manchester United.

Rooney bercerita dia bahkan sampai diam-diam menonton pertandingan Kai lewat ponsel ketika menghadiri pesta pernikahan keluarganya. “Dia mencetak gol menit terakhir, saya sempat melompat kegirangan, meski ternyata offside,” kata Rooney sambil tertawa.

Kai disebut mirip dirinya. Kuat, cerdas, namun tidak terlalu tinggi. Rooney menegaskan dia tak ingin mendikte anaknya.

“Saya biarkan dia mendengar pelatihnya. Saya hanya bicara setelah pertandingan, tentang apa yang bisa diperbaiki,” jelas Rooney.

Penyesalan yang Membekas di Lapangan

Meski punya segudang prestasi, Rooney masih menyimpan penyesalan. Salah satunya adalah final Piala FA 2005 melawan Arsenal. “Kami main bagus, tapi kalah lewat adu penalti. Itu momen yang ingin saya ubah,” ujar Rooney.

Selain itu, dia juga menyinggung laga kualifikasi Euro 2008 saat Inggris ditumbangkan Kroasia. Rooney hanya duduk di bangku cadangan kala hujan deras mengguyur Wembley.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore