Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 1 Agustus 2025 | 21.52 WIB

20 Pelatih Tersukses dalam Sejarah Liga Inggris, Pep Guardiola Lampaui Sir Alex Ferguson?

Juergen Klopp (kiri), Sir Alex Ferguson, dan Pep Guardiola masih dianggap sebagai pelatih terbaik di Liga Inggris. (givemesport)

 

JawaPos.com - Sebuah daftar 20 pelatih terbaik dalam sejarah Premier League dirilis dengan berbagai pertimbangan seperti jumlah trofi, masa kepemimpinan, dan tingkat kesuksesan dibandingkan kapasitas klub yang ditangani. Nama-nama besar seperti Sir Alex Ferguson, Arsene Wenger, Jose Mourinho hingga Pep Guardiola mengisi posisi atas dalam daftar ini.

Sejak kompetisi kasta tertinggi di Inggris itu berganti nama menjadi Premier League pada 1992, panggung bukan hanya milik para pemain. Pelatih atau manajer menjadi tokoh penting dalam kesuksesan sebuah tim. Mulai dari pelatih dengan pengalaman panjang hingga manajer yang menciptakan keajaiban dalam waktu singkat, semua punya tempat di sejarah liga yang kini berusia lebih dari tiga dekade itu.

Laporan dari GIVEMESPORT ini merangkum berdasarkan kombinasi beberapa indikator utama. Pertama, jumlah gelar juara yang diraih sang manajer selama berada di Premier League. Kedua, lamanya mereka bekerja di klub, serta ketiga, tingkat keberhasilan mereka relatif terhadap kekuatan dan sejarah klub yang ditangani. Dengan kata lain, pelatih yang membawa tim kecil tampil luar biasa akan mendapat poin lebih dibanding pelatih top yang hanya memenuhi ekspektasi.

Peringkat ini dipuncaki oleh Sir Alex Ferguson. Pria asal Skotlandia itu menangani Manchester United selama lebih dari dua dekade, dengan total 810 pertandingan Premier League. Ia memenangkan 528 laga dan mempersembahkan 13 gelar juara liga. Menurut laporan dari Sports Illustrated, Ferguson dinilai sebagai manajer paling dominan sepanjang sejarah liga, dan kesuksesannya membentuk fondasi dinasti Manchester United di era modern.

Di peringkat kedua, ada Pep Guardiola. Meski baru melatih Manchester City sejak 2016, Guardiola sudah mengemas enam gelar Premier League dari 316 laga. Ia menang dalam 232 pertandingan dan hanya menelan 41 kekalahan. Menurut laporan dari 90min, Guardiola disebut sebagai manajer paling efisien dan dominan dalam satu generasi, mengingat tingkat kemenangan dan stabilitas yang ia bawa ke skuad The Citizens.

Posisi ketiga ditempati Arsene Wenger. Pelatih asal Prancis itu menjadi ikon Arsenal dengan total 828 pertandingan Premier League. Ia meraih 476 kemenangan, 3 gelar liga, dan dikenal lewat filosofi menyerang serta tim Invincibles musim 2003/2004 yang tak terkalahkan dalam semusim.

Jose Mourinho berada di posisi keempat. Pria berjuluk “The Special One” itu menukangi Chelsea, Manchester United, dan Tottenham Hotspur. Ia membukukan 217 kemenangan dari 363 laga, dengan tiga gelar liga, semuanya diraih bersama Chelsea. Mourinho dikenal dengan strategi pragmatis nan efektif yang memberi dampak instan bagi klub yang ditangani.

Juergen Klopp melengkapi posisi lima besar. Pria asal Jerman ini menangani Liverpool sejak 2015 dan meraih satu gelar Premier League, yakni pada musim 2019/2020. Total, Klopp telah memimpin 334 pertandingan liga, meraih 209 kemenangan dan membawa The Reds kembali menjadi kekuatan dominan di Inggris dan Eropa.

Posisi keenam hingga sepuluh diisi oleh nama-nama yang juga pernah berjaya di panggung Inggris. Carlo Ancelotti (Chelsea, Everton), Claudio Ranieri (terkenal dengan gelar bersejarah Leicester City), Roberto Mancini (City), Antonio Conte (Chelsea), dan Kenny Dalglish (Liverpool dan Blackburn Rovers) semuanya pernah membawa pulang gelar Premier League. Gelar Ranieri bersama Leicester pada musim 2015/2016 dianggap sebagai salah satu kejutan terbesar dalam sejarah olahraga.

Sementara itu, pelatih seperti Rafa Benítez, David Moyes, Harry Redknapp, Mauricio Pochettino, dan Sam Allardyce, meski tak pernah juara liga, tetap masuk daftar karena konsistensi dan dampaknya pada klub-klub yang mereka tangani. Benítez, misalnya, sukses mengangkat performa Liverpool dan Newcastle. Moyes, dengan hampir 700 pertandingan, diakui sebagai pelatih tangguh yang mampu membawa Everton dan West Ham bersaing di papan atas.

Nama terakhir dalam daftar adalah Mikel Arteta. Pelatih muda Arsenal ini baru memimpin 184 pertandingan dengan 109 kemenangan. Meski belum meraih gelar Premier League, Arteta dianggap menjanjikan karena mampu mengubah wajah Arsenal dan bersaing ketat dengan Manchester City dalam dua musim terakhir.

Menurut laporan dari 90min, hanya ada empat manajer dalam sejarah Premier League yang berhasil memenangkan liga lebih dari satu kali, yaitu Sir Alex Ferguson, Arsène Wenger, José Mourinho, dan Pep Guardiola. Hal ini menunjukkan betapa kompetitif dan sulitnya menjadi juara liga Inggris, bahkan bagi manajer top.

Jika dilihat secara menyeluruh, peringkat ini tidak hanya menyoroti jumlah trofi, tapi juga perjalanan karier dan dampak jangka panjang para pelatih tersebut. Pelatih seperti Ranieri, meski hanya satu gelar, masuk 10 besar karena membawa tim seperti Leicester menjadi juara saat tidak diperhitungkan. Di sisi lain, Guardiola dan Ferguson dinilai bukan hanya karena jumlah gelar, tapi juga karena transformasi besar yang mereka ciptakan di klub masing-masing.

Daftar ini menjadi pengingat bahwa dalam dunia sepak bola, pelatih memegang peranan kunci. Mereka bukan hanya penyusun strategi, tapi juga pembentuk mental, pemimpin, bahkan arsitek kejayaan. Dalam lanskap Premier League yang penuh tekanan dan persaingan, menjadi manajer sukses bukan perkara mudah.

Editor: Edi Yulianto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore