
Malu Gusto, Pedro Neto, dan Cristopher Nkunku merayakan gol Chelsea. (Agustin Marcarian-Reuters via Imagn Images)
JawaPos.com–Chelsea tidak hanya aktif mendatangkan pemain baru pada bursa transfer musim panas 2025. Mereka harus bergerak cepat melepas sejumlah pemainnya.
Hal itu demi menghindari potensi sanksi finansial dari UEFA yang mencapai 52 juta Poundsterling atau sekitar Rp 1,1 triliun. The Blues dikabarkan tengah merancang skema cuci gudang dengan melepas tujuh pemain dalam waktu dekat.
Laporan dari Evening Standard menyebut bahwa Chelsea terbuka untuk menjual Raheem Sterling, Ben Chilwell, Axel Disasi, Armando Broja, Carney Chukwuemeka, Lesley Ugochukwu, dan Renato Veiga.
“Seluruh pemain ini disebut-sebut sudah tidak masuk rencana utama pelatih dan banyak yang musim lalu lebih sering dipinjamkan atau duduk di bangku cadangan,” tulis media tersebut.
Keputusan drastis ini bukan tanpa alasan. Chelsea tengah berpacu dengan waktu untuk menyeimbangkan neraca keuangan setelah musim panas yang boros.
Klub asal London itu telah menghabiskan lebih dari 200 juta Poundsterling untuk mendatangkan wajah-wajah baru. Sementara itu, mereka baru melepas beberapa nama, termasuk Joao Felix ke Al-Nassr senilai 43,7 juta Poundsterling atau sekitar Rp 979 miliar.
Selain itu, bek muda Ishe Samuels-Smith juga dilaporkan akan bergabung dengan Strasbourg, klub yang masih berada di bawah naungan BlueCo, pemilik Chelsea dengan nilai transfer mencapai 6,5 juta Poundsterling atau sekitar Rp 145 miliar.
Meskipun dua penjualan ini berhasil dilakukan, laporan menyebutkan bahwa Chelsea masih dalam posisi keuangan yang genting. UEFA telah menjatuhkan denda sebesar 27 juta Poundsterling atau sekitar Rp 605 miliar akibat pelanggaran aturan pendapatan berkelanjutan dan pengendalian biaya skuad.
Apabila tidak segera memperbaiki kondisi ini, Chelsea berpotensi terkena sanksi lanjutan hingga 52 juta Poundsterling dalam empat tahun ke depan.
Daftar pemain yang siap dilepas Chelsea terdiri atas beberapa nama yang sempat menjadi andalan tim. Raheem Sterling, misalnya, sebelumnya adalah rekrutan besar dari Manchester City, namun performanya kian menurun dan musim lalu dipinjamkan ke Arsenal.
Ben Chilwell, yang sempat menjadi andalan di posisi bek kiri, kini lebih sering berkutat dengan cedera. Sementara Axel Disasi dan Armando Broja belum mampu menunjukkan performa konsisten sejak bergabung.
Carney Chukwuemeka dan Lesley Ugochukwu juga gagal bersaing di tengah padatnya lini tengah The Blues. Sedangkan Renato Veiga pemain yang baru bergabung tahun ini tampaknya belum mampu mencuri perhatian pelatih.
Menurut laporan Evening Standard, para pemain ini kini disiapkan untuk dijual secara permanen agar dapat memberikan pemasukan yang signifikan bagi klub.
Yang menarik, meski berada dalam tekanan keuangan, Chelsea tetap agresif di pasar pemain. Di bawah kepemimpinan Todd Boehly, klub ini sudah mengonfirmasi delapan perekrutan anyar. Beberapa di antaranya termasuk Joao Pedro, Jamie Gittens, dan Liam Delap.
Tak hanya itu, Chelsea juga sedang dalam tahap pembicaraan lanjut untuk mendatangkan dua bintang muda paling bersinar di Eropa, bek Ajax Jorrel Hato dan gelandang serang RB Leipzig Xavi Simons.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
