
Diogo Jota. (Instagram @diogoj_18)
JawaPos.com – Kecelakaan maut yang menewaskan pesepak bola Diogo Jota dan saudaranya, André Silva, masih menyisakan pertanyaan besar.
Dilansir dari laman Bein Sports pada Jum'at (11/7), Laporan resmi dari Guardia Civil menyebutkan bahwa dugaan pelanggaran kecepatan menjadi penyebab utama insiden tragis di jalan A-52 dekat Cernadilla, Zamora.
Namun, dua saksi mata yang merupakan sopir truk asal Portugal memberikan kesaksian berbeda.
José Aleixo Duarte, salah satu saksi, menyatakan bahwa Lamborghini Huracán hijau yang dikendarai Jota dan saudaranya tidak melaju kencang.
Duarte mengaku mobil tersebut sempat melintas di sampingnya lima menit sebelum kecelakaan dan terlihat melaju dengan tenang.
Duarte juga menambahkan bahwa kondisi jalan yang buruk, bukan kecepatan tinggi, kemungkinan menjadi penyebab utama kecelakaan.
Sopir truk kedua, José Azevedo, juga memberikan kesaksian penting dan telah merekam video kecelakaan yang viral di media sosial.
Azevedo mengaku sempat berhenti untuk memberikan pertolongan, namun tidak dapat menyelamatkan korban karena mobil sudah terbakar hebat.
Dalam pernyataannya, Azevedo menegaskan bahwa ia memiliki hati nurani bersih dan yakin kedua korban tidak mengemudi secara ugal-ugalan.
Azevedo bahkan menunjukkan takograf dan identitas pribadinya dalam video sebagai bukti kesaksiannya.
Azevedo mengatakan bahwa dirinya melintasi A-52 setiap hari dan menyebut jalan tersebut sebagai jalur berbahaya yang gelap dan kurang terawat.
Menurutnya, ia sering menyaksikan pengemudi ugal-ugalan, namun Jota dan saudaranya berkendara dengan sangat tenang malam itu.
Meskipun kesaksian dua sopir truk ini mengarah pada penyebab yang berbeda, pihak berwenang Spanyol belum mengubah laporan resmi mereka.
Laporan sementara masih menyebutkan kecepatan tinggi sebagai penyebab kecelakaan. Namun, tekanan publik dan penyebaran kesaksian baru ini dapat memicu evaluasi ulang penyelidikan yang sedang berlangsung.
Kecelakaan yang menewaskan dua bersaudara itu mengguncang dunia sepak bola dan masyarakat luas.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
