FORGIVE ME: Striker Chelsea, Joao Pedro (kiri), mencetak dua gol ke gawang mantan klubnya, Fluminense. (Chelsea FC)
JawaPos.com-Tangan Joao Pedro terangkat ke udara. Bukan untuk merayakan, melainkan isyarat permintaan maaf. Dua kali. Kepada Fluminense, klub yang telah membesarkan namanya dalam dunia sepakbola dunia. Malam itu, Pedro mencetak dua gol untuk Chelsea namun tak satu pun ia melakukan selebrasi.
Dua gol itu bukan gol sembarangan. Gol pertamanya adalah seni. Tendangan melengkung dari jarak 25 meter yang bersarang manis di pojok gawang Fluminense. Gol keduanya adalah kekuatan. Sebuah tembakan dengan kecepatan 75 mph yang menghantam mistar sebelum masuk ke dalam gawang.
Kemenangan 2-0 ini membawa Chelsea melaju ke final Piala Dunia Antarklub. Mereka tinggal menunggu hasil pertandingan antara Real Madrid dan PSG, di New Jersey, Kamis besok. Kabarnya, Presiden AS Donald Trump akan hadir menonton langsung.
Joao Pedro memang punya ikatan emosional dengan Fluminense. Ia bukan hanya pernah dipinjamkan ke sana. Fluminense yang menemukannya, mendidiknya, lalu melepasnya menjadi striker seharga GBP 55 juta. Kini ia membalas budi dengan cara yang paling profesional dan ironisnya, paling menyakitkan bagi sang mantan klub ketika dirinya harus mencetak dua gol sekaligus meskipun tanpa melakukan selebrasi.
"Ini seperti mimpi. Saya cuma bisa bilang maaf. Tapi saya pemain Chelsea sekarang. Tugas saya mencetak gol dan membawa kemenangan bagi The Blues." kata Pedro usai laga, dilansir melalui Daily Mail Sport.
Pelatih Chelsea, Enzo Maresca, mengaku puas atas kemenangan yang telah diraih atas dua gol Pedro di pertandingan Piala Dunia Antar Klub kontra Fluminense dan memastikan tiket final pada genggamannya.
"Empat besar Premier League, juara Conference League, dan kini final Piala Dunia. Luar biasa. Satu pertandingan lagi, semoga kita bisa mengakhirinya dengan trofi." tutur Enzo.
Pertandingan ini dimainkan di bawah terik matahari New Jersey yang mencapai 35 derajat Celsius. Usia skuad Chelsea yang rata-rata 25 tahun tampak kontras dibanding Fluminense yang rata-rata 31 tahun bahkan kiper mereka, Fabio, telah menginjak 44 tahun.
Satu-satunya noda dalam kemenangan Chelsea hanyalah cedera Moises Caicedo. Tapi malam ini adalah milik Joao Pedro. Dua gol, satu permintaan maaf, dan satu tiket menuju sejarah. (*)

104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
8 Spot Kuliner di Kota Tua Surabaya, Makan Enak dengan Suasana Vintage dan Pemandangan yang Memanjakan Mata!
Mariano Peralta Merapat ke Persija Jakarta? Manajer Borneo FC Langsung Buka Suara
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
