Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 13 Juni 2025 | 20.38 WIB

Casemiro Bangkit di Tengah Keterpurukan Manchester United, Siap Jadi Andalan Ruben Amorim

Casemiro (kiri) dan Ruben Amorim. (yahoo! sports) - Image

Casemiro (kiri) dan Ruben Amorim. (yahoo! sports)

JawaPos.com-Ruben Amorim menghadapi musim penuh pertamanya sebagai pelatih kepala Manchester United dalam tekanan besar. Sejak menggantikan Erik ten Hag pada pertengahan musim lalu, performa Setan Merah kian terpuruk hingga mencatatkan posisi akhir terburuk mereka di Premier League.

Amorim datang dengan janji revolusi gaya bermain tim dinamis dan menyerang sesuai dengan visinya. Namun, kenyataan di lapangan jauh dari harapan.

Bahkan, pemain-pemain seperti Marcus Rashford dan Antony harus terdepak karena tak memenuhi standar baru yang ditetapkan sang pelatih. Di tengah kegagalan tersebut, satu nama justru bangkit dan mencuri perhatian, Casemiro.

Gelandang veteran asal Brasil ini awalnya tak masuk dalam rencana utama Amorim. Dia sempat disingkirkan dari starting XI dan masa depannya di Old Trafford pun tampak suram.

Namun, Casemiro menunjukkan profesionalisme luar biasa. Tetap bekerja keras, menjaga sikap, dan fokus meningkatkan kondisi fisik. Perlahan, Amorim pun menyadari bahwa dia memiliki aset berharga di diri mantan bintang Real Madrid itu.

Performa Casemiro di pentas Eropa menjadi titik balik. Dia tampil dominan, memimpin tim hingga ke final Liga Europa dan menjadi satu-satunya sorotan positif dari musim penuh kekecewaan.

Meski United gagal menjadi juara, kontribusi Casemiro tidak bisa diabaikan. Dia seolah menghidupkan kembali semangat juang di ruang ganti.

Di usianya yang sudah 33 tahun dan dengan segudang trofi di lemari, Casemiro bisa saja memilih jalan mudah duduk manis, menjaga reputasi, dan menerima gaji besar setiap pekan. Tapi tidak, dia justru menjadi contoh nyata bagi para pemain muda United soal arti mengenakan seragam merah legendaris itu.

Apakah United bisa kembali jadi penantang gelar dengan Casemiro sebagai motor utama? Mungkin tidak. Tapi untuk jangka pendek, keberadaannya sangat penting dalam transisi skuad.

Dengan United sedang dalam proses perombakan besar-besaran, pengalaman enam kali juara Liga Champions seperti Casemiro akan sangat membantu Amorim membangun kembali fondasi tim.

Musim depan, Amorim tidak akan menuntut Casemiro tampil prima setiap pekan. Tapi, di momen-momen penting, kehadiran sang jenderal lapangan tengah akan sangat berharga. Dia tetap butuh pemain-pemain muda energik di sekelilingnya, tetapi kontrol bola dan kecerdasan taktisnya tetap jadi aset penting bagi tim.

INEOS, pemilik baru yang kini mengontrol struktur sepak bola Manchester United, dikabarkan membuka peluang menjual Casemiro. Namun, keputusan itu harus dipikirkan matang-matang. Tak mudah menggantikan pengaruh Casemiro bukan hanya di lapangan, tapi juga di ruang ganti.

Para pemain muda seperti Kobbie Mainoo dan Toby Collyer saat ini belajar langsung dari salah satu gelandang terbaik di generasinya. Bahkan pelatih timnas Brasil, Carlo Ancelotti, baru saja memanggil kembali Casemiro ke skuad nasional, bukti bahwa ia masih berada di level atas.

Dengan kondisi United yang masih memiliki banyak lubang di lini lain, mempertahankan Casemiro setidaknya satu musim lagi tampaknya menjadi keputusan logis. Biarkan Amorim fokus membenahi sektor lain, sementara Casemiro tetap menjaga standar tinggi di lini tengah dan di balik layar.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore