
Kapten Timnas Italia Gianluigi Donnarumma. (Dok. Gianluigi Donnarumma)
JawaPos.com- Italia sukses meraih kemenangan pertamanya di Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Eropa setelah mengalahkan Moldova. Laga yang berakhir dengan skor 2-0 tersebut dimainkan di Stadion Mapei, Reggio Emilia, Selasa (10/6).
Raihan tiga poin di laga ini membuat Italia menduduki peringkat ketiga klasemen Grup I. Gli Azzurri makin tertinggal jauh dari dua pesaingnya di posisi satu dan dua yang ditempati Norwegia dengan 12 poin dan Israel yang memiliki enam poin.
Di sisi lain, laga kemenangan ini juga menjadi kado perpisahan untuk sang pelatih Luciano Spalletti yang dipecat setelah mengalami kekalahan 3-0 melawan Norwegia, Sabtu (7/6).
Itulah sebabnya, mengapa Gianluigi Donnarumma menginginkan kemenangan besar melawan Moldova. "Hari-hari ini bukan hari yang mudah bagi kami. Sebenarnya, pelatih pantas mengakhiri pertandingan dengan kemenangan besar," ucapnya usai pertandingan kepada RAI Sport.
Gianluigi Donnarumma merasa Timnas Italia mampu bermain lebih baik lagi di laga perpisahan dengan Luciano Spalletti. "Kami seharusnya bisa bermain lebih baik dan sungguh sangat mengecewakan bahwa ia tidak lagi menjadi pelatih kami. Kami memiliki sikap yang salah dalam beberapa pertandingan terakhir, dan itu adalah sesuatu yang tidak boleh Anda lakukan saat berseragam Italia," lanjut kiper sekaligus kapten Timnas Italia tersebut.
Meskipun gagal membawa prestasi gemilang untuk Timnas Italia, Gianluigi Donnarumma tetap menganggap Luciano Spalletti sebagai pelatih hebat.
"Itu tidak mudah, kami menciptakan ikatan dengan pelatih dan stafnya yang melampaui sepak bola. Itu juga merupakan saat-saat yang sulit baginya. Dia telah memberikan segalanya untuk kita, bukti sekali lagi bahwa dia adalah orang yang hebat," tutur kiper Paris Saint-Germain tersebut.
Sebenarnya saat ajang Euro 2024, Timnas Italia sudah mampu bermain dengan baik. Namun, mereka masih kesulitan untuk mendapatkan keseimbangan dalam permainan. "Saya tidak tahu apa yang salah, ada beberapa hal yang menyenangkan setelah Euro, tetapi kami tidak pernah berhasil menemukan keseimbangan, dan itulah yang paling membuat frustrasi. Kami para pemain juga harus ikut bertanggung jawab atas apa yang terjadi," ujar Donnarumma.
Dengan kepergian Spalletti, maka ban kapten yang saat ini dipegang oleh Donnarumma berpotensi akan berpindah tangan sesuai pilihan pelatih baru Timnas Italia. Untuk hal tersebut, dia mengaku siap dengan segala keputusan.
"Saya tidak tahu siapa yang akan datang setelah ini, Presiden yang akan memutuskan. Pelatih baru juga dapat memutuskan apakah saya akan tetap menjadi kapten Italia, saya tahu bahwa apa pun yang terjadi, saya akan selalu memberikan yang terbaik saat mengenakan seragam Nazionale," pungkas kiper 26 tahun tersebut.

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Soal Kabar Kepala BGN Dadan Hindayana Ditangkap, Dasco: Serahkan ke Aparat Hukum
Profil Sony Sanjaya, Eks Jenderal Polri yang Dicopot Sebagai Wakil Kepala BGN, Sempat Diterpa Isu OTT
KPK Cari Keberadaan Wamen Imipas Silmy Karim Terkait OTT Imigrasi Jakbar
7 Pemain Baru Masuk! Bruno Moreira Hengkang, Ini Prediksi Starting XI Persebaya
Kejagung Konfirmasi Penggeledahan Kantor BGN Usai Pencopotan Dadan Hindayana
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana Resmi Jadi Tersangka dan Ditahan Kejagung, Belum 24 Jam Usai Dicopot Prabowo
Kantor Badan Gizi Nasional Digeledah Kejagung, Muncul Karangan Bunga Unik Singgung Pencopotan Dadan
