
Portugal Juara UEFA Nations League 2025 usai menang atas Spanyol , Senin (9/6). (UEFA)
JawaPos.com-Laga krusial Portugal kontra Spanyol yang berlangsung di Allianz Arena, Munchen, Jerman pada Senin (9/6), menjadi pertandingan yang berlangsung dramatis. Sang pemenang harus ditentukan lewat tendangan adu penalti karena skor imbang 2-2 bertahan hingga memasuki perpanjangan waktu 120 menit.
Semua mata pada awalnya tertuju pada Cristiano Ronaldo dan Lamine Yamal ketika laga berlangsung sejak babak pertama. Duel Portugal kontra Spanyol di final UEFA Nations League dirumorkan sebagai momen estafet kejayaan, dari sang legenda kepada calon pewaris. Tapi ketika penentuan tiba, justru bukan keduanya yang menjadi sorotan.
Sang Mega bintang Cristiano Ronaldo, terpaksa harus ditarik keluar pada menit ke-88 akibat cedera otot. Meski tak tampil hingga laga berakhir, gol voli spektakulernya di babak kedua menjadi gol internasional yang ke-138 sepanjang sang mega bintang berkarir di atas lapangan. Hal ini jadi bukti masanya belum usai.
Dia pun tak kuasa menahan tangis saat ikut merayakan kemenangan bersama Portugal usai menang drama adu penalti atas Spanyol.
Sementara itu, Yamal yang menyaksikan kekalahan timnya dari bangku cadangan, datang untuk menghibur seluruh rekannya, termasuk Morata yang gagal mengeksekusi tendangan penalti. Melansir melalui laman ESPN, kekalahan yang harus dirasakan Yamal bukan sebuah akhir dari masa karirnya.
Pemain 17 tahun ini pada musim panas lalu berkontribusi mengantarkan Spanyol juara Euro 2024 serta diprediksi memiliki karir panjang, bahkan dapat menyaingi lemari trofi Ronaldo.
Di tengah sorotan dua nama besar itu, muncul sosok lain yang mencuri perhatian publik. Nama seperti Nuno Mendes tampil luar biasa selama laga berlangsung.
Bek kiri PSG itu tak hanya menang duel melawan Yamal, tapi juga menyumbang satu gol melalui tendangan datar yang keras dan satu assist untuk Ronaldo. Selain itu, terdapat Bruno Fernandes dan Vitinha juga unjuk taring, membuktikan kesolidan skuat Portugal.
Selain itu, Spanyol pun tak kalah kuat dari Selecao. Martín Zubimendi mencetak gol pembuka bagi La Roja dan mendominasi lini tengah bersama Pedri.
Oyarzabal, yang jarang dapat sorotan karena loyal dengan Real Sociedad, menunjukkan kualitasnya lewat gol cantik menjelang babak pertama usai. Usianya sudah 28, tapi Oyarzabal kini telah mencetak gol di tiga final besar bersama La Roja.
Dari lini belakang, duet Dean Huijsen dan Robin Le Normand solid di kubu Spanyol. Sedangkan Portugal mengandalkan Ruben Dias yang tampil dominan menjadi pilar utama. Dua kiper, Unai Simon (Spanyol) dan Diogo Costa (POrtugal) pun menunjukkan kualitas yang layak untuk bersaing di level tertinggi.
Portugal lahir sebagai juara usai menang adu penalti 5-3 setelah bermain imbang sepanjang 90 menit dan perpanjangan waktu hingga 120 menit. Keajaiban pun terjadi ketika penyelamatan krusial Diogo Costa terhadap penalti Alvaro Morata yang menjadi titik terang bagi Portugal.
Ruben Neves kemudian mencetak gol penentu dan mengunci gelar kedua Selecao di ajang ini setelah sebelumnya menjuarai edisi perdana musim 2018/19.

Prediksi Skor Korea Selatan vs Republik Ceko di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Bisa Pecahkan Rekor
Kronologi Beckham Putra Nyaris Bersitegang dengan Penonton usai Laga Indonesia vs Mozambik
Prediksi Skor Meksiko vs Afrika Selatan Grup A Piala Dunia 2026: El Tri Diunggulkan Menang di Laga Pembuka!
Timnas Afrika Selatan di Piala Dunia 2026: Daftar Lengkap Skuad, Statistik, dan Jadwal Pertandingan
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
8 Pertanyaan Pribadi yang Tidak Boleh Ditanyakan Pada Orang Lain, Tidak Peduli Seberapa Baik Mereka Mengenal Seseorang Menurut Psikolog
Harga BBM Pertamina Terbaru: Pertamax Naik Jadi Rp 16.250 per Liter Mulai 10 Juni 2026
Resmi! 9 Pemain Persebaya Surabaya Hengkang, Era Baru Bernardo Tavares Dimulai dengan Cuci Gudang
