Dembele saat mencium trofi juara Liga Champions. (@o.dembele7)
JawaPos.com- Paris Saint-Germain akhirnya meraih mimpi yang telah lama dinantikan menjuarai Liga Champions Eropa. Di final yang berlangsung di Allianz Arena, Minggu (1/6), PSG tampil luar biasa dan menggulung Inter Milan dengan skor telak 5-0.
Ini bukan hanya kemenangan, tapi pernyataan dominasi dari raksasa Prancis dan Ousmane Dembele menjadi bintang utamanya.
PSG langsung menggebrak sejak awal laga. Achraf Hakimi membuka keunggulan sebelum wonderkid Desire Doue menggandakan skor di babak pertama. Usai turun minum, anak asuh Luis Enrique tidak mengendurkan serangan. Doue kembali mencetak gol keduanya, lalu disusul oleh Khvicha Kvaratskhelia dan pemain muda Senny Mayulu yang menutup pesta gol PSG.
Dengan kemenangan ini, PSG resmi menjadi juara Liga Champions untuk pertama kalinya dalam sejarah klub, pencapaian yang sangat dinanti setelah bertahun-tahun investasi besar dan harapan tinggi.
Salah satu tokoh kunci kemenangan PSG adalah Ousmane Dembele. Sang winger tidak mencetak gol, namun menyumbang dua assist dan tampil sangat impresif, termasuk kontribusi defensif yang luar biasa.
Pelatih Luis Enrique tak ragu menyebut Dembele sebagai kandidat paling layak untuk meraih Ballon d’Or tahun ini, mengingat kontribusinya sepanjang musim dan performa di laga final.
"Semua orang fokus pada siapa yang akan memenangkan Ballon d'Or. Secara pribadi, saya akan memberikannya kepada Ousmane Dembele hanya karena cara dia bertahan di final ini," ujar Enrique.
"Itulah arti memimpin tim dengan kerendahan hati dan kepemimpinan sejati. Menurut saya, dia layak meraih Ballon d'Or, bukan hanya karena trofi atau gol, tapi karena kerja kerasnya sepanjang musim, terutama dalam laga final ini," tambahnya.
Dengan gelar Liga Champions kini di tangan dan performa luar biasa di final, Dembele kini menjadi pesaing serius bagi bintang muda Barcelona, Lamine Yamal, dalam perebutan Ballon d'Or. Meski Yamal tampil cemerlang di level domestik, Dembele memiliki keunggulan dalam trofi dan pengalaman di pentas tertinggi Eropa.
Kemenangan 5-0 ini bukan hanya menjadi kemenangan terbesar dalam sejarah final Liga Champions, tetapi juga tonggak penting dalam sejarah PSG. Setelah bertahun-tahun mencoba, tersandung, dan dikritik, akhirnya klub ibu kota Prancis ini berdiri di puncak Eropa dengan gaya yang meyakinkan.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
