Pelatih PSG Luis Enrique. (Istimewa)
JawaPos.com - Luis Enrique sudah pernah merasakan bahagianya juara Liga Champions pada 2015 kala bersama Barcelona. Kini, pria asal Spanyol tersebut kembali memijakkan kaki di puncak kompetisi tertinggi di Eropa bersama Paris Saint-Germain.
"Musim ini Liga Champions terasa seperti film thriller atau horor. Kami layak dapat hasil lebih baik, tapi penyelesaian akhir kami sering mengecewakan. Namun, kami terus membaik dan harus menyelesaikan tugas ini dengan sejarah baru," kata Enrique dikutip pada laman UEFA, Sabtu (31/5).
Jejak skuad asuhan pria berdarah Spanyol ini untuk mencapai fase final terbilang tidak mudah karena harus berhadapan dengan tiga klub besar, seperti Atletico Madrid, Manchester City, dan Liverpool yang dianggap sebagai tim terbaik Eropa.
"Kami sudah bertanding dengan mereka, seolah-olah knockout sejak fase grup," tambahnya.
Berdasarkan pengamatan Enrique, kini PSG telah mengalami perubahan besar dalam dua tahun terakhir semenjak dirinya jadi pelatih. Klub ibu kota asal Prancis itu kini memiliki karakter dan gaya bermain yang berbeda, dengan perpaduan pemain muda berbakat dari akademi dan rekrutan tepat sasaran.
"Saya selalu mendapat kepercayaan penuh di sini. Target kami jelas saat ini, yaitu menjuarai Liga Champions adalah prioritas klub," ucapnya.
Mengenang atas kemenangan final juara Champions bersama Barcelona pada 2015 di Berlin, Enrique kini justru merasa lebih tenang dan hidup di saat melatih PSG, dan bersedia ciptakan rekor baru di Allianz Arena.
"Kesempatan ini sangat berarti bagi saya, PSG, pemain, dan fans. Saya yakin tim kami akan ciptakan sejarah sebagai juara dalam dekade ini," kata pria berusia 55 tahun itu.
Selain itu, jelang laga final melawan Inter Milan, Enrique memprediksi pertandingan berlangsung dengan semangat bagi PSG untuk dapat merebut gelar tim terbaik di Eropa musim ini.
"Sekali ada gol, tim yang ketinggalan akan ambil risiko besar, sehingga strategi bisa berubah terus. Inter lebih berpengalaman karena sudah pernah final dua tahun lalu. Mereka tim yang kuat dalam penguasaan bola dan pertahanan," pungkasnya.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
