Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 23 Mei 2025 | 15.11 WIB

Tottenham Hotspur Juara Liga Europa, UEFA Lakukan Blunder Fatal!

Son Heung-min dengan trofi Liga Europa tanpa medali. (Dok. Tottenham Hotspur) - Image

Son Heung-min dengan trofi Liga Europa tanpa medali. (Dok. Tottenham Hotspur)

JawaPos.com–UEFA melakukan blunder fatal saat upacara final Liga Europa ketika kapten Tottenham Hotspur, Son Heung-min, Cristian Romero, dan Rodrigo Bentancur tidak mendapatkan medali juara setelah kemenangan mereka atas Manchester United.

Tottenham berhasil merengkuh gelar juara Liga Europa 2024/25 setelah mengalahkan Manchester United di laga final. Bermain di San Mames, Kamis (22/5) dini hari WIB, The Lilywhites menang tipis 1-0.

Brennan Johnson mencetak satu-satunya gol dalam pertandingan ini saat Tottenham mengakhiri puasa gelar selama 17 tahun sekaligus membayar secara kontan kepada penggemar akibat performa buruk di Liga Inggris.

Dalam sebuah pertandingan yang sangat penting bagi kedua raksasa Liga Inggris, Ange Postecoglou yang berhasil membawa timnya ke Liga Champions dalam sebuah pertandingan sengit di San Mames.

Namun saat para pemain Tottenham menerima medali kemenangan mereka dari Presiden UEFA Aleksander Ceferin terlihat jelas bahwa hal tersebut tidak akan cukup untuk semua anggota tim.

Antrean terhenti ketika Yves Bissouma mengambil medalinya saat Ceferin berbalik untuk berbicara dengan delegasi UEFA, mungkin untuk membahas fakta bahwa kotak medali sudah kosong.

Bentancur berada di barisan berikutnya, namun hanya mendapatkan jabat tangan dari Ceferin, dan pemenang Piala Dunia, Romero, juga mendapatkan perlakuan yang sama, sebelum akhirnya presiden UEFA itu berbincang singkat dengan Son sebelum menyerahkan trofi kepadanya.

Son, Bentancur, dan Romero, terpaksa berpose dengan trofi Liga Europa di lapangan tanpa medali emas di leher mereka. Berbicara setelah kemenangan Tottenham, Romero, yang dinobatkan sebagai Pemain Terbaik pertandingan mengatakan, timnya sungguh layak menajadi juara Liga Europa.

"Kami adalah pemenang yang layak dan kami sangat senang. Kami pantas untuk mengakhiri musim seperti ini, ada pembicaraan buruk tentang klub ini, tentang pelatih, dan hari ini kami membungkam banyak orang," ujar Romero.

"Kami menutup musim yang tampak seperti berada dalam posisi yang buruk, tetapi kami menyelesaikannya sebagai juara Eropa dan lolos ke Liga Champions berikutnya," imbuh dia.

"Saya tidak bisa menghentikan apa yang dikatakan di luar tentang masa depan saya. Saya selalu memberikan segalanya untuk klub ini dan saya memberikan segalanya untuk seragam ini, ucap Romero.

Sementara, Son mengaku tidak terlalu mempermasalahkan tanpa meraih medali. Dia cukup senang dengan trofi mayor perdana yang ia persembahkan untuk Tottenham.

"Inilah yang selalu saya impikan. Hari ini adalah hari dimana hal itu terjadi. Saya adalah pria paling bahagia di dunia," ucap Son.

"Ketika Anda melihat sepanjang musim, akan selalu ada beberapa situasi di mana Anda mengalami kesulitan, tetapi kami sebagai pemain selalu bersatu. Saya merasakan tekanan. Saya sangat menginginkannya. Tujuh hari terakhir saya selalu memimpikan pertandingan ini setiap malam. Akhirnya hal itu terjadi dan saya dapat tidur nyenyak sekarang!" sambung dia.

"Kita bisa merayakannya hari ini, jadi mari kita jadikan hari ini sebagai hari yang tidak akan pernah kita lupakan dan mungkin saya akan melewatkan penerbangan besok!" ucap Son.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore