
Pelatih Manchester united Ruben Amorim. (dok. MUFC)
JawaPos.com - Manchester United akhirnya menemukan cahaya di ujung terowongan musim yang kelam. Dalam situasi penuh tekanan dan kritikan, pasukan Setan Merah justru menunjukkan taji mereka di pentas Eropa. Anak asuh Ruben Amorim melangkah ke final Liga Europa 2024/2025 usai menyingkirkan wakil Spanyol, Athletic Bilbao, dengan agregat telak 7-1. Hasil ini membuat Amorim mencatatkan sejarah sebagai pelatih kedua setelah Jose Mourinho yang mampu membawa MU langsung ke final kompetisi Eropa di musim pertamanya.
Prestasi Amorim tentu menjadi angin segar di tengah buruknya performa Manchester United di Premier League. Saat ini, MU terpuruk di peringkat ke-15 klasemen dan hampir pasti gagal meraih tiket Eropa lewat jalur liga. Namun, Liga Europa memberi mereka satu kesempatan emas: menyelamatkan musim dengan sebuah trofi dan tiket otomatis ke Liga Champions musim depan. Untuk itu, tinggal satu rintangan terakhir yang harus mereka lewati: Tottenham Hotspur, sesama wakil Inggris yang juga haus gelar.
MU memastikan tiket ke final setelah menang meyakinkan 4-1 atas Athletic Bilbao di leg kedua semifinal yang digelar di Old Trafford. Dengan hasil ini, Setan Merah unggul agregat 7-1, setelah sebelumnya menang 3-0 di leg pertama di San Mamés. Penampilan ciamik ditunjukkan oleh para pemain pengganti yang memberikan dampak instan begitu masuk ke lapangan.
Amorim tidak ragu menyebut peran para pemain cadangan sebagai kunci kemenangan. Amad Diallo, Mason Mount, dan Luke Shaw, semuanya tampil gemilang begitu diberi kesempatan bermain. “Kadang-kadang, mereka yang di bangku cadangan justru mengubah arah pertandingan,” ujar Amorim seusai laga kepada TNT Sports.
Secara khusus, Amorim memuji kontribusi Mason Mount yang mencetak salah satu gol dan tampil sangat dominan dalam 30 menit terakhir pertandingan. “Saya sangat senang untuk Mason. Dia pemain yang bekerja keras dan punya kualitas tinggi. Saat ini, dia adalah contoh penting bahwa pemain harus selalu siap kapan pun dibutuhkan,” tambah Amorim.
Pelatih asal Portugal itu juga menyebut Alejandro Garnacho sebagai elemen penting dalam menjaga intensitas serangan. Meskipun MU sempat tertinggal lebih dulu lewat gol Bilbao di babak pertama, Garnacho tetap jadi ancaman yang membuat lini belakang lawan tidak bisa tenang. “Kami punya beberapa transisi cepat, dan Garna bisa menjaga lebar lapangan. Itu membantu kami menekan mereka di babak kedua,” katanya.
Satu hal yang tak kalah menarik, Amorim kini sejajar dengan Jose Mourinho dalam buku sejarah Manchester United. Mourinho menjadi pelatih pertama yang membawa MU ke final Liga Europa di musim debutnya dan sukses meraih trofi pada 2017 usai mengalahkan Ajax 2-0. Kini, Amorim akan mencoba mengulang sejarah tersebut, bahkan lebih spesial karena terjadi saat kondisi internal klub jauh dari ideal.
Banyak pihak menganggap langkah MU ke final ini sebagai kejutan, mengingat performa mereka di liga sangat inkonsisten. Dengan jumlah kekalahan yang tak lazim bagi klub sebesar MU, sorotan tajam tertuju pada manajemen, pemain, hingga keputusan transfer. Namun, Amorim tetap tenang dan fokus menjalani pertandingan demi pertandingan.
“Kami tahu musim ini berat. Tapi inilah yang bisa kami lakukan untuk para fans yang selalu mendukung kami di tengah situasi sulit. Sekarang kami hanya satu pertandingan dari trofi. Tapi final adalah final. Kalau tidak menang, semua ini akan terasa sia-sia,” ujar Amorim jujur.
Perjalanan MU belum berakhir. Mereka masih harus menghadapi tiga pertandingan penting sebelum musim ditutup. Pertama, menjamu West Ham United di Old Trafford pada Minggu (11/5), lalu tandang ke markas Chelsea di Stamford Bridge pada 16 Mei. Dua laga ini bisa menjadi ajang pemanasan sekaligus rotasi pemain sebelum turun di partai puncak Liga Europa pada 21 Mei mendatang melawan Tottenham Hotspur.
Tottenham sendiri lolos ke final setelah mengalahkan AS Roma di semifinal dengan perjuangan tak kalah dramatis. Final sesama wakil Inggris ini diyakini akan berlangsung sengit, karena kedua tim sama-sama berambisi menutup musim dengan gelar. Ini akan menjadi ulangan dari rivalitas klasik antara dua klub Premier League, namun kali ini dalam konteks Eropa.
Baca Juga: Bek Kanan Manchester City Lakyle Samuel Makin Moncer, Punya Ambisi Robek Gawang Manchester United
MU akan tampil dengan tekanan lebih besar karena status sejarah dan tradisi klub. Namun justru tekanan itu yang bisa jadi pelecut semangat. Apalagi trofi ini bukan hanya soal gengsi, tapi juga pintu ke kompetisi paling elite: Liga Champions.
Kini, semua mata tertuju ke Dublin Arena, tempat final Liga Europa akan digelar. Manchester United punya sejarah, punya tekanan, dan kini punya pelatih yang mampu mengangkat mental juara. Ruben Amorim telah membawa angin segar di tengah badai kritik. Seperti Mourinho, ia datang sebagai sosok luar yang ingin membuktikan dirinya di panggung Old Trafford.
Apakah Amorim bisa mengulangi sukses Mourinho dan mempersembahkan trofi Eropa untuk MU? Atau justru Tottenham yang akhirnya memutus puasa gelar mereka?

16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Persebaya Surabaya Dikabarkan Rekrut 2 Striker dan 2 Bek Baru, Ada Punggawa Tim Nasional
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
Jadwal Shalat Idul Adha 2026 di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Kota Besar Lainnya
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Dulu Antreannya Mengular dan Jadi Buah Bibir Media Sosial, Kini Terlihat Lengang: Mengulik 5 Tempat Makan yang Sempat Viral Lalu Sepi Pengunjung
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
