
Stadio Olimpico markas klub AS Roma. (Dok. AS Roma)
JawaPos.com–Presiden UEFA Aleksander Ceferin melontarkan kritikan tajam dengan menggambarkan infrastruktur sepak bola Italia sebagai sesuatu yang buruk. Sejauh ini merupakan yang terburuk di antara lima liga top Eropa.
Ceferin dalam sebuah kesempatan ditanyai mengenai alasan penolakan Stadion San Siro menjadi tuan rumah final Liga Champions. Diskusi yang sedang berlangsung mengenai rencana pembangunan stadion baru di Milan.
"Infrastruktur sepak bola Italia sangat memalukan. Mereka adalah salah satu negara sepak bola terbesar, mereka telah memenangkan banyak Piala Dunia, Euro, dan Liga Champions. Di saat yang sama, di antara negara-negara besar, Italia memiliki infrastruktur yang paling buruk," ujar Ceferin seperti dilansir dari laman Football Italia.
Persoalan ini bukan hal baru. Italia telah lama bergumul dengan kesulitan membangun stadion baru atau merenovasi stadion lama seperti Stadio Giuseppe Meazza (San Siro), Stadio Olimpico di Roma, dan Stadio Diego Armando Maradona di Napoli.
Proyek-proyek ini kerap terganjal masalah birokrasi, perizinan, dan pendanaan yang tidak kunjung tuntas. Sehingga, Italia dianggap sebagai kompetisi yang bisa terbilang tertinggal jika dibandingkan dengan liga-liga top Eropa.
"Sejujurnya, saya agak lelah dengan diskusi tentang infrastruktur Italia, karena yang kami dengar hanyalah kata-kata. Saya berharap Italia akan melakukan sesuatu," sambung Ceferin.
"Klub-klub membutuhkan bantuan dari pemerintah dan bahkan dari investor swasta. Inilah saatnya untuk bertindak, karena situasinya sangat buruk," imbuh dia.
Namun, Ceferin yakin bahwa Italia akan dapat memperbaiki situasi ini pada waktunya untuk Euro 2032. Saat ini diperkirakan akan menjadi tuan rumah bersama Italia dan Turki.
"Saya belum khawatir," kata Ceferin ketika ditanya apakah memiliki kekhawatiran tentang Italia yang akan menjadi tuan rumah Euro 2032.
"Saya pikir sekarang, pemerintah juga telah memahami bahwa mereka harus melakukan sesuatu. Saya sangat percaya pada Gabriele Gravina, yang merupakan wakil presiden pertama saya. Dia akan melakukan segala yang dia bisa untuk menutup kesenjangan. Saya yakin Italia akan menjadi tuan rumah Euro 2032," sambung dia.
Meski begitu, sejumlah stadion di Serie A tercatat memenuhi syarat untuk mendapatkan status Kategori 4 UEFA yaitu kategori tertinggi yang dibutuhkan untuk menggelar pertandingan fase gugur Liga Champions atau turnamen besar, seperti Euro.
Menurut laporan Football Italia, setidaknya ada tiga stadion di kasta tertinggi Italia yang benar-benar setara dengan fasilitas milik negara-negara top Eropa lainnya. Mulai dari Allianz Stadium milik Juventus di Turin, Bluenergy Stadium milik Udinese di Udine, dan Gewiss Stadium milik Atalanta di Bergamo, yang baru saja selesai direnovasi.
Menariknya, satu stadion dari Serie B, yaitu Stadio Benito Stirpe milik Frosinone, juga disebut sudah memenuhi standar tertinggi Eropa, menunjukkan bahwa modernisasi bisa dicapai bahkan oleh klub di luar Serie A, asalkan ada kemauan politik dan investasi yang tepat.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
Hasil Play-off Liga 2: Adhyaksa FC Bungkam Persipura Jayapura 0-1 di Babak Pertama!
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
