Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 9 Mei 2025 | 15.38 WIB

Infrastruktur Sepak Bola Italia Dikecam UEFA, Ceferin Sebut Terburuk di Eropa

Stadio Olimpico markas klub AS Roma. (Dok. AS Roma) - Image

Stadio Olimpico markas klub AS Roma. (Dok. AS Roma)

JawaPos.com–Presiden UEFA Aleksander Ceferin melontarkan kritikan tajam dengan menggambarkan infrastruktur sepak bola Italia sebagai sesuatu yang buruk. Sejauh ini merupakan yang terburuk di antara lima liga top Eropa.

Ceferin dalam sebuah kesempatan ditanyai mengenai alasan penolakan Stadion San Siro menjadi tuan rumah final Liga Champions. Diskusi yang sedang berlangsung mengenai rencana pembangunan stadion baru di Milan.

"Infrastruktur sepak bola Italia sangat memalukan. Mereka adalah salah satu negara sepak bola terbesar, mereka telah memenangkan banyak Piala Dunia, Euro, dan Liga Champions. Di saat yang sama, di antara negara-negara besar, Italia memiliki infrastruktur yang paling buruk," ujar Ceferin seperti dilansir dari laman Football Italia.

Persoalan ini bukan hal baru. Italia telah lama bergumul dengan kesulitan membangun stadion baru atau merenovasi stadion lama seperti Stadio Giuseppe Meazza (San Siro), Stadio Olimpico di Roma, dan Stadio Diego Armando Maradona di Napoli.

Proyek-proyek ini kerap terganjal masalah birokrasi, perizinan, dan pendanaan yang tidak kunjung tuntas. Sehingga, Italia dianggap sebagai kompetisi yang bisa terbilang tertinggal jika dibandingkan dengan liga-liga top Eropa.

"Sejujurnya, saya agak lelah dengan diskusi tentang infrastruktur Italia, karena yang kami dengar hanyalah kata-kata. Saya berharap Italia akan melakukan sesuatu," sambung Ceferin.

"Klub-klub membutuhkan bantuan dari pemerintah dan bahkan dari investor swasta. Inilah saatnya untuk bertindak, karena situasinya sangat buruk," imbuh dia.

Namun, Ceferin yakin bahwa Italia akan dapat memperbaiki situasi ini pada waktunya untuk Euro 2032. Saat ini diperkirakan akan menjadi tuan rumah bersama Italia dan Turki.

"Saya belum khawatir," kata Ceferin ketika ditanya apakah memiliki kekhawatiran tentang Italia yang akan menjadi tuan rumah Euro 2032.

"Saya pikir sekarang, pemerintah juga telah memahami bahwa mereka harus melakukan sesuatu. Saya sangat percaya pada Gabriele Gravina, yang merupakan wakil presiden pertama saya. Dia akan melakukan segala yang dia bisa untuk menutup kesenjangan. Saya yakin Italia akan menjadi tuan rumah Euro 2032," sambung dia.

Meski begitu, sejumlah stadion di Serie A tercatat memenuhi syarat untuk mendapatkan status Kategori 4 UEFA yaitu kategori tertinggi yang dibutuhkan untuk menggelar pertandingan fase gugur Liga Champions atau turnamen besar, seperti Euro.

Menurut laporan Football Italia, setidaknya ada tiga stadion di kasta tertinggi Italia yang benar-benar setara dengan fasilitas milik negara-negara top Eropa lainnya. Mulai dari Allianz Stadium milik Juventus di Turin, Bluenergy Stadium milik Udinese di Udine, dan Gewiss Stadium milik Atalanta di Bergamo, yang baru saja selesai direnovasi.

Menariknya, satu stadion dari Serie B, yaitu Stadio Benito Stirpe milik Frosinone, juga disebut sudah memenuhi standar tertinggi Eropa, menunjukkan bahwa modernisasi bisa dicapai bahkan oleh klub di luar Serie A, asalkan ada kemauan politik dan investasi yang tepat.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore