Mantan pelatih Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer. (AP Photo/Rui Vieira)
JawaPos.com - Mantan pelatih Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer, secara terbuka mempertanyakan mengapa mantan timnya menjual Scott McTominay musim panas lalu sambil membela keputusan transfernya yang mendapat kritikan penuh.
Solskjaer yang saat ini menjadi pelatih kepala tim raksasa Turki, Besiktas, menghabiskan hampir tiga tahun bertugas di Man United antara 2018 hingga 2021.
Pelatih yang memiliki julukan The Baby Faced Assassin ketika masih menjadi pemain Man United dulu, menikmati masa kepelatihan dan menanggung berbagai pasang surut saat bertanggung jawab sebagai juru taktik di klub kesayangannya tersebut.
Hasilnya terjadi penurunan yang signifikan setelah ia ditunjuk sebagai manajer permanen menyusul masa bakti 19 pertandingan ketika menjadi pelatih sementara membawa Man United tampil gemilang.
Namun, Solskjaer masih membawa Man United finis sebagai runner-up Liga Inggris pada musim 2020/2021, pencapaian yang hanya bisa diimpikan oleh Ruben Amorim di musim terburuk Setan Merah saat ini.
Pelatih asal Norwegia itu akhirnya didepak dari ruang ganti Old Trafford empat bulan setelah musim 2021/2022 dimulai setelah gagal menemukan sistem terbaik untuk mengakomodasi Cristiano Ronaldo yang memiliki peran sentral bagi tim.
Namun, sebagai penggemar berat Man United, Solskjaer mengungkapkan keterkejutannya atas aktivitas transfer klub musim panas lalu, dengan menyebut hengkangnya Scott McTominay ke Napoli sebagai keputusan yang sangat membingungkan.
"Bagaimana Anda (Man United) bisa menjual Scott (McTominay), itu di luar nalar saya. Scott pemain yang bisa diandalkan setiap pertandingan untuk memberikan 100% kemampuannya,” ujar Solskjaer saat berbincang dengan BBC Sport.
McTominay sebelumnya menjadi pemain reguler di lini tengah saat Solskjaer masih memimpin Man United, tetapi ia mulai menunjukkan kehebatannya menjelang akhir masa jabatan Erik ten Hag.
Pemain internasional Skotlandia itu mencetak sepuluh gol nonpenalti di semua kompetisi musim lalu bersama Man United, bahkan lebih banyak dari Bruno Fernandes, Marcus Rashford, atau Anthony Martial.
Lulusan akademi Man United itu terus menunjukkan penampilan terbaiknya di Serie A musim ini, mencetak dua digit untuk Napoli yang diasuh Antonio Conte dalam peluang mereka meraih scudetto musim ini.
Selain kedatangan Ronaldo dan Jadon Sancho, keputusan Solskjaer untuk menyetujui kepindahan Harry Maguire yang memecahkan rekor transfer sebesar GBP 80 juta dikritik secara luas oleh para penggemar maupun pengamat sepak bola.
Mantan bos Man United itu sangat ingin memuji mantan bek tengah Leicester City itu sebagai 'seorang pemimpin dan pejuang' hebat di tengah lapangan.
"Saya tidak pernah ragu ketika saya merekrutnya (Maguire). Dia masuk ke klub (Man United) dan dia akan menjadi kapten kami (waktu itu). Ada kapten lain di sana, yaitu Bruno (Fernandes). Mereka berdua adalah pemain hebat." tegas Solskjaer.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
