
Pelatih Manchester United Ruben Amorim. (dok. MUFC)
JawaPos.com–Trofi memang bisa menutupi luka, tapi tidak menyembuhkan. Hal inilah yang ditekankan mantan bek Manchester United Paul Parker, terkait performa buruk mantan klubnya di Premier League musim ini.
Meski Setan Merah masih berpeluang menutup musim dengan gelar Liga Europa, Parker menilai, prestasi tersebut tak cukup untuk menghapus kesan bahwa kampanye domestik mereka benar-benar memalukan.
Di bawah asuhan Ruben Amorim, Manchester United berhasil menjejak semifinal Liga Europa musim 2024/2025. Mereka menghadapi Athletic Bilbao pada leg pertama, Jumat (2/5) dini hari.
Namun, performa di kompetisi Eropa justru menjadi kontras tajam dengan nasib mereka di Premier League. Sudah bisa dipastikan ini sebagai musim terburuk klub sepanjang sejarah Liga Primer Inggris.
Dengan hanya mengumpulkan 39 poin dari 34 pertandingan, Manchester United tercecer di posisi ke-14 klasemen sementara. Mereka terpaut 21 poin dari Chelsea yang duduk di posisi kelima.
Lebih parah lagi, jika tren buruk ini terus berlanjut, Manchester United bahkan bisa saja terjerembab hingga posisi ke-17. Itu hanya satu strip di atas zona degradasi.
“Kalau mereka menjuarai Liga Europa, silakan rayakan. Tapi jangan lupakan apa yang terjadi di liga. Musim ini tetap memalukan,” kata Paul Parker dalam wawancara eksklusif dengan Sports Mole, mewakili Betano.
“Kamu harus menikmati setiap kemenangan, tapi menilai klub seperti Manchester United itu harus berdasarkan performa sepanjang musim, dan sembilan bulan ini benar-benar buruk,” sambung dia.
Parker, yang membela Setan Merah pada awal dekade 1990-an, menekankan bahwa sekalipun trofi Eropa bisa menjadi penutup manis, klub sebesar MU tidak seharusnya menjadikan itu sebagai dalih untuk menutupi kegagalan di liga domestik.
“Jangan sampai ada pawai bus atap terbuka segala,” tambah dia, menyindir euforia berlebihan yang kadang muncul usai tim Inggris juara Eropa.
“Kalau ini soal reputasi klub, soal masa depan, maka yang terjadi di liga musim ini harus jadi bahan introspeksi,” imbuh Paul Parker.
Musim ini memang jadi ujian besar bagi Ruben Amorim, pelatih muda Portugal yang baru beberapa bulan menukangi MU. Gaya bermainnya yang mengandalkan pressing tinggi dan sirkulasi bola cepat belum sepenuhnya cocok dengan karakter skuad warisan sebelumnya.
Amorim tetap berhasil membawa MU menembus semifinal Liga Europa, dan kini punya peluang untuk membungkam kritik lewat gelar internasional. Namun sejarah dan statistik justru tidak berpihak pada Manchester United.
Dalam empat pertemuan sebelumnya melawan Athletic Bilbao, Setan Merah hanya sekali menang. Kemenangan itu terjadi pada leg kedua perempat final Piala Champions 1957, itupun harus dimainkan di Old Trafford.
Pertemuan terakhir terjadi pada musim 2011/2012 di ajang Liga Europa. Saat itu MU yang masih diperkuat Wayne Rooney kalah di dua leg sekaligus, 2-3 di Old Trafford dan 1-2 di San Mames. Itu berarti, United belum pernah menang tandang melawan Athletic sepanjang sejarah pertemuan kedua tim.

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Shin Tae-yong Bajak Staf Persebaya Surabaya, Gerbong Eks Timnas Indonesia Bisa Diboyong ke Persija Jakarta
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
BREAKING NEWS! Persija Jakarta Resmi Tunjuk Shin Tae-yong sebagai Pelatih Baru
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Melihat 10 Besar Penjualan Mobil Mei 2026: Jaecoo Kuasai Brand Tiongkok, Tak Ada Nama BYD
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Sudah Setor Total Rp 117 Miliar tapi Rumah Tak Kunjung Jadi, Konsumen Emeralda Resort Polisikan Yana Priatna
