Bek Timnas Italia Riccardo Calafiori. (Dok. Riccardo Calafiori)
JawaPos.com- Timnas Italia akan menghadapi laga sengit melawan Jerman di perempat final Nations League. Laga leg pertama akan dimainkan di San Siro, Milan, Jumat (21/3).
Kemenangan tentu menjadi target dari Timnas Italia untuk bisa melangkah lebih jauh di ajang Nations League. "Saya sudah pernah mengatakannya sebelumnya. Ini tidak akan menjadi pertandingan biasa. Saya tidak tahu persis seperti apa pertandingan yang diharapkan, karena kedua tim kehilangan beberapa pemain. Ini adalah ujian penting, dan kami pasti ingin menang untuk lolos ke putaran final Nations League," ujar bek Italia, Riccardo Calafiori saat konferensi pers yang melansir dari Football Italia, Rabu (19/3).
Baca Juga: Wakil Ketua MPR Eddy Soeparno Apresiasi PLTSa Benowo Surabaya, Bisa Ubah Sampah Jadi Listrik
Calafiori, yang saat ini membela Arsenal, mengaku sudah sangat fokus untuk menghadapi laga melawan Jerman dan siap memberikan yang terbaik.
"Saya tidak tahu. Terlalu banyak hal yang berubah selama bertahun-tahun. Saya tidak bisa mengatakannya. Mungkin mereka selalu memiliki sedikit kesombongan, rasa superioritas, dan mungkin kami telah membawa mereka untuk membumi. Namun, setiap pertandingan berbeda. Kami tetap rendah hati dan fokus untuk memberikan yang terbaik," tuturnya.
Baca Juga: 5 Shio Proaktif Kejar Peluang Jadi Uang
Pelatih Timnas Italia, Luciano Spalletti sering memainkan formasi tiga bek yang diisi oleh Giovanni Di Lorenzo, Alessandro Bastoni, dan Riccardo Calafiori. Sebagai pemain, Calafiori mengaku senang dengan peran tersebut. "Saya merasa senang bermain dengan Di Lorenzo dan Bastoni atau dengan siapa pun. Pelatih meminta kami untuk membantu tim di kedua fase, dan kami berusaha sebaik mungkin," ujar Calafiori.
Di sisi lain, ia juga ditanya tentang peluangnya menjadi pemimpin di Timnas Italia karena pengalamannya bermain di Liga Inggris. "Liga Inggris adalah kompetisi yang unik, dan memberi Anda banyak hal. Ini tidak akan mudah, tetapi kami memiliki tim yang hebat. Saya lebih fokus pada tim daripada tujuan pribadi," pungkas Calafiori.
Sejak debut melawan Turki, Calafiori selalu menjadi pilihan utama Spalletti. Pemain 22 tahun tersebut sudah bermain sebanyak delapan pertandingan dan baru mengoleksi satu assist.
Pertemuan terakhir kedua tim terjadi pada tahun 2022 di ajang Nations League. Saat itu, Italia yang masih dilatih Roberto Mancini harus menyerah dengan skor 2-5 melalui gol yang dicetak oleh Joshua Kimmich, Ilkay Gundogan, Thomas Muller dan brace dari Timo Werner. Sementara Gli Azzurri hanya mampu mencetak gol dari Wilfred Gnonto dan Alessandro Bastoni.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
