
Bek Osasuna Ruben Pena (kanan) mencoba menghentikan laju penyerang Real Madrid Vinicius Jr dalam pertandingan Liga Spanyol pada Senin (3/10). Javier Soriano/AFP/Antara
JawaPos.com – Osasuna belum pernah meraih trofi bergengsi apapun sepanjang sejarah, dan mereka berusaha mengakhiri rekor buruk tersebut dengan mengincar trofi pertamanya di final Copa del Rey atau Piala Raja melawan Real Madrid, Sabtu (6/5) waktu setempat.
Osasuna yang bermarkas di Kota Pamplona, wilayah Basque dan lebih populer dengan bantengnya, baru satu kali mencapai final Piala Raja pada 2005. Namun, mereka dikalahkan Real Betis melalui perpanjangan waktu.
Di sisi lain, Madrid yang berstatus juara bertahan Liga Spanyol dan Liga Champions, sedang memburu Piala Raja ke-20. Terakhir kali Los Blancos mengangkat Piala Raja pada 2014 setelah menaklukkan Barcelona.
Direktur Olahraga Osasuna Braulio Vazquez menyoroti perbedaan dunia antara kedua klub menjelang pertandingan di La Cartuja.
"Bagi Madrid, ini merupakan salah satu dari banyak final yang mereka mainkan. Namun bagi kami, ini merupakan final sesungguhnya," kata Vazquez pada konferensi pers seperti dikutip dari AFP.
"Ada kegembiraan sekaligus ketegangan. Kami akan menikmatinya, namun kami juga akan bersaing," tambahnya.
Lemari trofi Osasuna hanya berisi sejumlah trofi dari divisi kedua dan divisi ketiga.
Mencapai final merupakan penghargaan yang layak bagi kesabaran klub dalam memberi kepercayaan kepada Pelatih Jacoba Arraste.
Pada pertengahan musim 2020/2021, tim tersebut mencatatkan laju 13 pertandingan tanpa kemenangan yang membuat Osasuna terpuruk di posisi ke-19 klasemen pada akhir Januari.
Walau demikian, Arraste mampu memperbaiki peruntungan tim. Dia kemudian menyelamatkan Osasuna dari ancaman degradasi dan membawa klub itu menduduki papan tengah klasemen pada musim ini.
Menderita seperti anjing
Osasuna mencapai final melalui kemenangan dramatis lewat perpanjangan waktu saat melawan Athletic Bilbao di San Mames. Gol semata wayang sekaligus penentu kemenangan Osasuna dibukukan oleh Pablo Ibanez.
"Saat ini, saya tidak dapat berkata-kata. Kami menderita seperti anjing sepanjang jalannya pertandingan," kata Ibanez saat itu.
Keuletan, intensitas, dan determinasi menjadi kunci permainan Osasuna. Menurut Arraste, hal itu merupakan cerminan para penggemar serta Kota Pamplona itu sendiri.
Hal itu pun terlihat di Camp Nou, Selasa (2/5), ketika tim yang diperkuat banyak pemain pelapis itu mampu menahan Barcelona selama 85 menit di ajang Liga Spanyol. Arraste memilih menurunkan para pemain pelapis demi menjaga kebugaran para pemain inti untuk laga melawan Madrid.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
