Foto yang diunggah Michael Essien dalam akun Instagramnya. (Istimewa)
JawaPos.com- Jose Mourinho, yang kini menangani Fenerbahce, kembali terlibat dalam kontroversi setelah pertandingan Liga Turki antara Fenerbahce dan Galatasaray pada Selasa, 25 Februari 2025 lalu. Pertandingan klasik yang berakhir imbang tanpa gol itu memunculkan pernyataan kontroversial dari Mourinho, yang memberikan komentar tentang pelanggaran yang terjadi di awal laga dalam konferensi pers, “Jika itu wasit Turki, maka akan diberi kartu kuning setelah aksi diving yang hebat dan bangku cadangan tim tuan rumah lompat-lompat seperti monyet.”
Pernyataan tersebut langsung mendapat kecaman keras dari pihak Galatasaray yang menilai bahwa komentar Mourinho mengandung unsur rasis. Tak hanya itu, pihak Galatasaray juga melaporkan pernyataan Mourinho kepada UEFA dan FIFA, meminta tindakan atas dugaan rasisme yang dikatakan oleh pelatih asal Portugal itu.
Menyikapi tuduhan tersebut, mantan pemain Galatasaray, Didier Drogba, yang memiliki hubungan dekat dengan Mourinho, segera memberikan pembelaan. Drogba, yang dikenal sebagai salah satu pemain kunci Chelsea selama era Mourinho, menyatakan bahwa Jose Mourinho bukanlah sosok yang rasis. Melalui akun X, Drogba menegaskan, “Percayalah saya telah mengenal Jose selama 25 tahun, dia bukan seorang yang rasis.”
Drogba bahkan menambahkan, “Bagaimana ayah saya bisa menjadi seorang yang rasis, ayolah teman-teman.” Pernyataan ini jelas menunjukkan kedekatan emosional Drogba terhadap Mourinho, yang sudah dianggapnya seperti sosok ayah. Sebagai seorang yang sangat mengenal karakter Mourinho, Drogba berusaha meluruskan tuduhan yang berkembang di luar konteks.
Selain Drogba, mantan rekan setimnya di Chelsea yang juga mantan pemain Persib Bandung, Michael Essien, turut memberikan dukungan kepada Jose Mourinho. Essien, yang dikenal loyal kepada Mourinho, mengunggah sebuah foto di akun Instagram pribadinya, yang menampilkan dirinya bersama Drogba dan Mourinho saat bertugas di Chelsea dengan caption emoji berbentuk hati. Unggahan tersebut mencerminkan ikatan erat antara mereka bertiga, yang telah saling bekerja sama untuk meraih banyak kesuksesan.
Michael Essien, yang pernah merumput di Liga Indonesia bersama Persib Bandung, memiliki hubungan yang sangat dekat dengan Mourinho. Saat Mourinho melatih Chelsea, Essien menjadi salah satu pemain tak tergantikan dalam lini tengah tim. Tak hanya itu, saat Mourinho pindah ke Real Madrid, Essien juga dibawa ke Spanyol untuk bergabung dengan Los Galacticos.
Meskipun pernyataan Mourinho dalam konferensi pers tersebut jelas memicu kontroversi, ada juga yang menilai bahwa kata-kata Mourinho lebih merupakan sebuah metafora yang tidak dimaksudkan untuk menyudutkan pihak manapun.
Banyak orang yang berpendapat bahwa komentar Mourinho terkait pelanggaran yang terjadi di awal laga seharusnya tidak dianggap sebagai ungkapan rasis. Namun, pihak Galatasaray menilai bahwa pernyataan tersebut sudah melanggar kode etik dan melaporkannya ke UEFA serta FIFA.
Jose Mourinho sendiri membela pernyataannya, dengan menyatakan bahwa tidak ada niat buruk dalam komentarnya dan bahwa hal tersebut hanya sebagai bagian dari kritik terhadap wasit dan dinamika pertandingan. Sebagai pelatih berpengalaman, Mourinho kerap mengemukakan pendapatnya dengan tegas mengenai pertandingan, namun kali ini pernyataannya dianggap melampaui batas.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
