Thomas Tuchel dan kapten Bayern Thomas Muller dalam Der Klassiker di Allianz Arena (2/4).
JawaPos.com – Thomas Tuchel hanya berjuluk Si Profesor. Bukan pembuat keajaiban. Terutama di Liga Champions. Dalam sejarah, Tuchel tidak pernah membawa klub mana pun yang ditanganinya lolos setelah defisit tiga gol dalam first leg.
Itulah handicap Tuchel bersama Bayern Munchen dalam second leg perempat final Liga Champions kontra Manchester City di Allianz Arena dini hari nanti (siaran langsung SCTV/Champions TV 2/Vidio pukul 02.00 WIB).
Jangankan mengalahkan City dengan empat gol tanpa balas, sekadar menang atas The Citizens –sebutan City– adalah sesuatu yang tidak pernah terjadi dalam tiga bulan terakhir.
Kepada Deutsche Welle, Tuchel mencoba konfiden dengan peluang Bayern. ”Dengan sedikit keberuntungan, capaian itu (lolos ke semifinal) masih memungkinkan,” ucapnya.
Kali terakhir Tuchel memenangi second leg setelah menelan kekalahan di first leg adalah dalam 16 besar Liga Champions 2019–2020. Kala itu Paris Saint-Germain asuhan Tuchel menang 2-0 atas Borussia Dortmud di kandang setelah kalah tandang 1-2. Tentu saja, situasinya berbeda antara defisit tiga gol dan defisit hanya satu gol.
Sejak ditangani Tuchel per 24 Maret lalu, performa Bayern inkonsisten. Yakni, 2 kali menang, 1 kali seri, dan 2 kali kalah. Dari dua kemenangan, tidak ada satu pun yang memiliki margin lebih dari dua gol. Lalu, apa yang diharapkan dini hari nanti?
”Kami harus memainkan performa yang benar-benar berbeda. Kami percaya kami bisa melakukannya, tapi kami harus menunjukkannya di lapangan,” sahut gelandang Bayern Joshua Kimmich kepada Sky Deutschland.
Perlu digarisbawahi, musim ini City hanya kebobolan sebiji gol di Liga Champions sejak fase grup. Ditambah beberapa pemain City pernah berkarier di Jerman (Ilkay Gundogan, Kevin De Bruyne, Erling Haaland, Manuel Akanji), bahkan pelatih Pep Guardiola eks Bayern, keajaiban yang diusung tuan rumah sepertinya makin sulit diharapkan.
”Tidak ada yang pasti dalam sepak bola. Penampilan terbaik Bayern bisa saja terjadi pada Rabu malam (dini hari nanti, Red),” ucap Pep merendah seperti dikutip The Telegraph.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
