Johan Cruyff (kiri) saat membela Timnas Belanda. Cruff pernah kedapatan merokok saat aktif sebagai pemain. (eurosport)
JawaPos.com - Kehidupan seorang pesepak bola dituntut jauh lebih baik dan sehat dari kehidupan manusia awam pada umumnya. Menjadi seorang atlet dalam skema professional menjadikan segala aktivitas sehari-harinya selalu mengutamakan kedisiplinan. Gaya hidup sehat dan latihan rutin jadi makanan sehari-hari atlet professional di sepak bola untuk tetap menjaga performa tetap prima. Lalu, bagaimana dengan pesepak bola yang merokok dalam kehidupan sehari-hari?
Era sepak bola modern sepertinya atlet sepak bola sudah banyak tersadar akan pentingnya hidup sehat dalam kehidupan sebagai atlet. Tuntutan pekerjaan dan jadwal yang padat membuat para pesepak bola menjalani serangkaian latihan keras dan pola makan yang bergizi. Tidak hanya itu, nampaknya mulai jarang pesepak bola yang kedapatan merokok di depan media. Walaupun masih sering beredar rumor tentang gaya hidup di luar lapangan yang jelas tidak terendus oleh media.
Cerita tentang pesepak bola yang merokok bermula dari tiga dekade ke belakang. Dikutip dari buku Soccer's Greatest Legends and Lore karangan Paul Simpson dan Uli Hesse, menceritakan tentang situasi di ruang ganti Juventus pada pertengahan tahun 1980-an. Pemilik klub saat itu, Gianni Agnelli, sedang berkunjung ke dalam ruang ganti Bianconeri. Dirinya mendapati gelandang andalan yang kelak jadi legenda Timnas Prancis, Michel Platini, tengah duduk di bangku kecil sambil menghembuskan asap rokok dari mulutnya.
Platini kemudian mengatakan kepada Gianni Agnelli bahwa kebiasaan itu tidak mengganggu aktivitasnya sebagai pesepak bola. Medio tahun 1980-an memang merupakan masa keemasan Michel Platini. Dirinya sukses bersama Timnas Prancis dan selalu menjadi andalan Les Bleus di kompetisi internasional. Kehidupan pesepak bola yang menggandrungi hobi merokok sudah terjadi sejak lama, namun pada masa itu belum ada perasaan tabu mengenai kebiasaan merokok.
Atau dengan legenda Barcelona dan Ajax, Johan Cruyff. Masih dari buku yang sama, Johan Cruyff merupakan sosok perokok kelas berat yang memiliki kebiasaan merokok ketika hari pertandingan. Disebutkan bahwa dirinya bisa menghabiskan empat batang rokok yang dimulai sebelum pertandingan dimainkan, kedua ketika babak pertama berakhir, ketiga saat peluit panjang berbunyi, dan keempat ketika para pemain selesai membersihkan diri.
Salah satu foto ikonik sang maestro sepak bola Belanda yang sedang merokok turut mem-branding dirinya sebagai sosok pesepak bola hebat yang tetap aktif merokok kendati bermain sebagai pemain professional. Kebiasaan itu bahkan terus berlanjut ketika dirinya menjalani peran sebagai pelatih. Cruyff disebutkan bisa menghisap 20 batang per hari dan membuat kesehatannya terus menurun. Cruyff sempat berhenti sebagai perokok aktif dan mengganti kebiasaannya dengan menghisap permen lolipop.
Beranjak dua dekade ke depan, banyak dijumpai pemain maupun pelatih yang juga memiliki kebiasaan merokok. Dalam skena sepak bola Italia, banyak nama-nama mentereng yang ternyata memiliki kebiasaan merokok di luar lapangan. Seperti pelatih Carlo Ancelotti, Marcello Lippi, hingga pemain pro seperti penyerang bengal, Mario Balotelli. Balotelli pernah berseteru dengan Roberto Mancini sewaktu masih berseragam Manchester City lantaran kebiasaan buruknya merokok.
Hal serupa terjadi pada Arsenal yang bahkan pernah memiliki dua pemain aktif yang tertangkap merokok. Dilansir dari Antara, Jack Wilshere dan Wojciech Szczesny mendapat hukuman lantaran kedapatan merokok di sebuah momen liburan. Kendati kedua pemain sudah meminta maaf dan berjanji tidak mengulangi, hal itu rupanya berdampak pada karirnya, seperti Jack Wilshere yang semakin tenggelam dan tidak ketahuan lagi kabar terbarunya.
Lantas bolehkah pesepak bola professional memiliki kebiasaan merokok? Mantan pelatih futsal Timnas Indonesia yang kini menjadi pundit sepak bola, Coach Justin Lhaksana, dikutip dari media sosial Sport77 menyebutkan bahwa atlet sepak bola tidak seharusnya memiliki kebiasaan merokok. Sebab, rokok dapat mengurangi kemampuan para pemain untuk tetap stabil dan fit di tengah tuntutan jadwal yang padat. Seorang pemain harus menjaga gaya hidup dan pola makan tepat untuk tetap dalam performa puncak.
"Sangat tidak setuju kalau pesepak bola professional memiliki kebiasaan merokok. Karena kehidupan sebagai atlet adalah pilihan dan pemain sepak bola harus menjalani konsekuensi pilihan tersebut. Rokok memiliki efek jangka panjang yang buruk bagi atlet sepak bola. Apalagi, sepak bola modern saat ini sangat menuntut pemain untuk menjaga tubuh dan fisiknya agar tetap berguna untuk tim," tutur Coach Justin.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
