
Tijjani Reijnders menyebut bahwa pendukung AC Milan turut serta dalam kemenangan comeback dalam pertandingan ini. (Dok. Sempre Milan)
JawaPos.com - Derby Milano baru saja tersaji di San Siro, pada Senin (3/2). Pertandingan yang tersaji antara AC Milan vs Inter Milan harus berakhir imbang setelah gol Tijjani Reijnders di babak pertama dibalas oleh gol Stefan De Vrij di penghujung laga. Dua pemain berkebangsaan Belanda ini sama-sama menyelamatkan timnya.
Nama yang kembali mencuri perhatian di laga ini adalah Tijjani Reijnders yang sudah mencetak 10 gol selama dua musim berseragam AC Milan di Serie A Italia. Tijjani menjadi pemain sepak bola asal Belanda yang ke-5 setelah Clarence Seedorf, Marco Van Basten, Ruud Gullit, dan Frank Riijkard yang mencetak dua digit gol di AC Milan.
Menariknya, Tijjani Reijnders berposisi sebagai gelandang di lini tengah yang bertugas sebagai pengatur serangan dan pemutus serangan lawan. Tijjani sendiri melabeli dirinya dengan title “modern midfielder”. Peran yang dimiliki Tijjani sendiri adalah box-to-box midfielder yang bisa jauh ke dalam membantu pertahanan namun juga bisa membawa bola masuk garis pertahanan lawan.
Tijjani Reijnders pindah ke AC Milan sejak musim 2023/2024 menggantikan posisi yang ditinggalkan Sandro Tonali setelah pindah ke Liga Premier Inggris bersama Newcastle. Selama dua musim membela AC Milan, Tijjani menjadi sosok yang mengerikan di lini tengah sebagai gelandang penghancur dengan passing dan kemampuan dribblingnya.
Kemampuan dribbling dari Tijjani Reijnders adalah sebuah hal yang spesial dan patut disyukuri oleh pendukung AC Milan. Pasalnya, dengan ruang sempit yang sering dimiliki diantara pemain belakang lawan, Tijjani masih mampu menusuk dengan sentuhan dribble yang nyaris tanpa cacat dan dapat dimanfaatkan menjadi sebuah gol.
Seperti gol semata wayangnya yang membuat AC Milan menekuk Monza, Tijjani Reijnders menggunakan kemampuan diatas rata-ratanya dalam melakukan dribble membelah pertahanan lawan diantara celah sempit dan kemudian melakukan tembakan yang berbuah gol bagi AC Milan.
Selain itu, peran Tijjani Reijnders sebagai deep lying playmaker menjadi sesuatu yang berguna bagi AC Milan. Tijjani sering bergerak lebih ke dalam untuk menjadi pemutus serangan lawan dan menjadi inisiator counter attack bagi timnya. Dengan dirinya menjadi inisiator, maka Tijjani mampu menjadi pemain yang mengatur tempo serangan AC Milan.
Dengan kemampuan mengatur tempo di skuad AC Milan, ia dapat mengerti ruang yang diciptakan lawan diantara padatnya garis tengah maupun pertahanan. Melakukan eksploitasi di setiap pergerakannya dengan menciptakan umpan-umpan manja yang dapat penyerang AC Milan maupun pemain lain yang menerimpa umpannya dapat melesakkan sebuah gol.
Hadirnya Tijjani Reijnders di lini tengah AC Milan yang mampu melihat ruang kosong di tengah pertahanan lawan juga menjadi senjata ampuh. Seperti pergerakannya di laga melawan Parma di pekan ke-21 kemarin, Tijjani mampu lepas dari penjagaan pemain belakang Parma sebelum menerima umpan dan kemudian melakukan sentuhan kecil yang berbuah gol.
Ia cenderung bermain ke depan saat menguasai bola di sebagian besar waktu begitu ia mendapatkan kembali penguasaan bola. Ini adalah sesuatu yang bekerja dengan sangat baik ketika Tijjani masih berseragam AZ Alkmaar, sehingga memungkinkan mereka untuk melakukan serangan balik dengan sangat cepat selama pertandingan.
Hal ini dapat bekerja dengan sangat baik ketika tim memiliki pemain seperti Rafael Leao yang mampu melakukan konversi umpan-umpan panjang dan umpan pendek menjadi sebuah gol dengan efektif. Keinginan untuk memainkan umpan-umpan tajam membuatnya menjadi pemain yang kreatif di lini tengah.
Meskipun dalam hal aksi defensif, Tijjani merupakan pemain yang menerkam pada sentuhan-sentuhan yang longgar dan lebih proaktif dalam melakukan intersep daripada melakukan tekel. Fisiknya didesain untuk mampu bersaing. Dia banyak memenangkan bola kedua dengan cara mengatur untuk menutup jalur operan, sehingga bola terebut dari lawan.
Dari data yang tersedia di Total Football Analysis, Tijjani menciptakan 88,33% passing berbahaya ke area lawan dan 65% diantaranya akurat. Selain itu, dengan 75% kontribusi golnya bagi AC Milan telah ia sumbangkan berkat kemampuan melakukan tembakan yang akurat dari jarak jauh.
Tidak hanya itu, data dari Opta mengatakan bahwa dari 22 pertandingan dan pertandingan yang dilakukan AC Milan di seluruh kompetisi dan Tijjani Reijnders berada di dalamnya, ia menghasilkan 74 umpan progresif, 39 kali melakukan dribbling progresif, 5 umpan terobosan berhasil, 7 kali melakukan Goal-Creating Actions, dan 39 kali melakukan dribbling menuju sepertiga area pertahanan lawan.
“Anda adalah gelandang terbaik di dunia, Anda kuat dan berbeda dari yang lain di dunia sepak bola. Pertahankan itu, semua orang menghargai Anda karena Anda adalah yang terbaik di Milan, setidaknya dalam peran ini, selama 10 tahun,” cuit akun SAL7M menanggapi penampilan apik Tijjani Reijnders.

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
