
Cole Palmer dan Guardiola sedang berbincang setelah pertandingan Chelsea melawan Man City. (X.com/@ESPNFC)
JawaPos.com- Gary Neville memberikan kritik kepada Cole Palmer setelah melakukan percakapan dengan Pep Guardiola pasca pertandingan di mana Chelsea dikalahkan dengan skor 3-1 oleh Man City di Etihad Stadium. Menurut Neville, hal seperti itu tampak sangat tidak etis mengingat penampilan Palmer dalam pertandingan tersebut sangat buruk.
Palmer merupakan pemain yang berasal dari akademi Manchester City. Di bawah Guardiola, ia pernah dimainkan dalam beberapa kesempatan sebelum akhirnya dijual ke Chelsea pada jendela transfer musim panas 2023.
Pemain berusia 22 tahun itu menjadi berkah bagi Chelsea. Setelah didatangkan dari Man City, Palmer berubah menjadi salah satu pemain terbaik di Premier League. Dengan kontribusi 60 gol hanya dalam 70 pertandingan, Palmer menjadi salah satu pemain yang wajib diwaspadai tim lawan ketika bertemu Chelsea.
Namun, Palmer mengalami malam yang kurang menyenangkan ketika kembali ke Etihad untuk kedua kalinya. Tim asuhan Enzo Maresca menelan kekalahan mengecewakan dan penampilan Palmer dalam pertandingan tersebut sangat jauh di bawah kemampuannya.
Setelah pertandingan berakhir, pemain timnas Inggris itu terlihat menikmati percakapan panjang di lapangan dengan mantan pelatihnya, di mana keduanya tertangkap kamera sedang tertawa dan tersenyum.
Karena hal itu, Gary Neville memberikan reaksi yang bersikeras bahwa Palmer seharusnya tidak bersikap seperti itu setelah menelan kekalahan.
“Saya ingin mengucapkan sesuatu tentang Cole Palmer. Dia berbicara dengan Guardiola di lapangan pada akhir pertandingan dan dia tertawa dengannya. Cole, kamu hari ini tidak bekerja cukup keras,” ucap Gary Neville dalam podcastnya bersama SkySports.
Neville mengkritik Cole Palmer yang terlihat sedang berbicara sambil tertawa dan tersenyum dengan Guardiola, seakan tidak menghormati fans Chelsea yang datang mendukung mereka.
“Dia adalah pemain yang luar biasa, sangat brilian. Namun, banyak pendukung Chelsea yang menempuh perjalanan hari ini untuk mendukung mereka, 3.000 sampai 4.000 orang di tribun tim tamu. Mereka harus mendapatkan lebih dari apa yang diperlihatkan pemain Chelsea. Mereka tidak ingin melihat Anda berbincang dengan manajer lawan dan tersenyum di akhir pertandingan,” imbuh Neville.
Neville merasa hal itu seharusnya tidak dilakukan setelah performa yang ditunjukkan Palmer di lapangan. Sempat digadang-gadang mampu menjadi pesaing Liverpool dalam perebutan gelar juara Premier League, kekalahan tersebut membuat posisi Chelsea saat ini keluar dari empat besar, sedangkan City naik ke posisi keempat.

Prediksi Skor Kolombia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Misi Los Cafeteros Lolos 16 Besar, Siap Kirim Pulang Wakil Afrika
Prediksi Skor Australia vs Mesir di 32 Besar Piala Dunia 2026: The Pharaohs Menang Tipis Lewat Duel Sengit
Prediksi Skor Kanada vs Maroko di Piala Dunia 2026: Singa Atlas Lebih Diunggulkan, Mampukah Les Rouges Balas Dendam?
Prediksi Skor Paraguay vs Prancis di 16 Besar Piala Dunia 2026: Ujian Konsistensi si Biru
Penjelasan Gol Offside Kroasia ke Gawang Portugal! Keputusan Kontroversial di 32 Besar Piala Dunia 2026
Brasil vs Norwegia: Memori 1994 dan 1998, Misi Balas Dendam Generasi Emas Erling Haaland di Piala Dunia 2026
Kisah Renato Veiga, Bek Timnas Portugal yang Tumbuh di Maroko hingga Memilih Memeluk Agama Islam
Prediksi Skor Australia vs Mesir: Bursa Taruhan Unggulkan The Pharaohs, Opta Hanya Jagokan Socceroos 46 Persen
Prediksi Skor Argentina vs Tanjung Verde: Bursa Taruhan Jagokan Albiceleste, Opta Beri Peluang Menang Lebih dari 80 Persen
Prediksi Skor Australia vs Mesir di Piala Dunia 2026: Menanti Kejutan Satu-satunya Wakil Asia
