
Ruben Amorim kritik pemain yang tidak patuh dengan sistemnya. (AP Photo)
JawaPos.com - Ruben Amorim memarahi para penggawa Manchester United karena mengubah posisi tanpa instruksi saat mereka kalah 1-3 dari Brighton di Old Trafford, Sabtu (19/1) malam kemarin.
Noussair Mazraoui dan Diogo Dalot bertukar posisi sayap di babak kedua sebelum kemudian tiba-tiba keduanya bertukar posisi lagi. Sementara, Amad Diallo dan Antony terlihat bingung dengan posisi masing-masing setelah Antony masuk di saat-saat terakhir.
Ruben Amorim yang amat kecewa dengan kekalahan ini menyebut Setan Merah yang ditanganinya sebagai tim terburuk dalam sejarah Manchester United setelah kekalahan kesepuluh dalam 22 laga yang telah mereka jalani di Liga Inggris.
Ia juga akan memberi hukuman kepada pemain mana pun yang tidak patuh dalam formasi 3-4-3 yang dimilikinya.
Melansir dari Manchester Evening News, Ruben Amorim mengungkap kesulitannya menerapkan filosofi kepada pemain Manchester United.
“Saya tahu akan sulit untuk melaksanakan ide yang benar-benar baru pada saat ini kepada para pemain, tetapi ketika Anda kalah dan tidak memenangkan tiga pertandingan beruntun, itu akan menjadi sangat sulit,” kata Amorim
"Jadi itu sebabnya saya katakan kami akan menderita (kekalahan) di sisa musim ini karena saya akan terus melakukan hal yang sama. Membantu para pemain saya berarti memberi mereka instruksi dan strategi untuk bermain dengan cara tersebut (3-4-3). Tapi tanpa latihan itu sangat sulit, lalu tanpa latihan dan kalah dalam pertandingan akan jauh lebih sulit. Anda bisa merasakan di akhir pertandingan. Semua pemain tiba-tiba mengubah posisi dan itu sesuatu yang tidak akan saya lihat lagi. Kami bisa kalah namun kami harus mempertahankan posisi," katanya.
Joshua Zirkzee digantikan oleh Hojlund di menit-menit akhir pertandingan karena Amorim tetap teguh mempertahankan sistem 3-4-3-nya daripada beralih menjadi dua penyerang di depan.
“Jika saya ingin membuktikan kepada media atau para penggemar untuk memasang dua striker, saya akan melakukan itu. Tetapi saya tidak menerapkan itu karena jika saya mengubah sistem dengan dua striker, lebih sulit bagi mereka untuk memahami cara bermain yang saya instruksikan,” ujarnya.
"Saya di sini hanya untuk membantu para pemain saya, tetapi kami perlu memahami bahwa kami sedang dalam tren buruk. Suatu hal yang perlu dilakukan yaitu berubah. Kami harus benar-benar fokus kepada permainan dan terkadang saya merasa tim saya fokus pada banyak hal selain di lapangan," sambungnya.
"Salah satu permainan yang dilakukan Brighton adalah dengan menekan bek tengah dan pemain sayap kami yang melakukan pergerakan dan saya sudah membaca hal itu sebelum pertandingan. Saya tidak ingin menyebutkan secara spesifik. Satu-satunya cara adalah bekerja keras untuk memenangkan pertandingan. Kita masih punya waktu untuk menerapkan strategi dan pembenahan baru dan hal itu akan mengubah keadaan,” pungkasnya.
