
Selebrasi Ansu Fati usai mencetak gol ke gawang Dynamo Kiev dalam pertandingan Grup E Liga Champions pada 3 November 2021. Valentyn Ogirenko/Reuters/Antara
JawaPos.com - Pemain muda FC Barcelona, Ansu Fati yang digadang-gadang menjadi penerus Lionel Messi di klub Catalan terancam angkat kaki. Ansu Fati sempat mengalami masa peminjaman dari FC Barcelona menuju klub papan tengah Liga Premier Inggris, Brighton & Hove Albion di awal musim 2023/2024.
Kembali dari masa peminjaman, pemilik nama lengkap Anssumane Fati Vieira ini mengalami cedera panjang yang harus membuatnya bekerja lebih keras untuk kembali menemukan performa terbaik di lapangan. Hal ini juga dikemukakan oleh pelatih kepala Hansi Flick bahwa Ansu belum bisa kembali ke performa terbaiknya.
“Setelah masa cederanya, Ansu Fati belum bisa menunjukkan performa 100%nya dan ini membuat saya sedih. Saya yakin dia akan berada dalam kondisi terbaiknya. Saya jujur dengan para pemain saya. Dia harus bekerja seperti yang lainnya,” ujar Ansu Fati kepada Fabrizio Romano.
Ultimatum Hansi Flick kepada Ansu Fati ini juga menjadi isyarat bahwa dengan gaji tinggi, usia muda, dan nama besar yang disematkan kepadanya bukan merupakan sebuah jaminan. Gaji Ansu Fati menjadi salah satu yang tertinggi setelah nama Robert Lewandowski dan Frenkie de Jong di skuad FC Barcelona.
Dengan pendapatan 13 juta Euro per tahun, anak mudah kelahiran Guinea-Bissau ini perlu bekerja lebih keras untuk kembali ke performa terbaiknya. Beberapa pekan lalu, Ansu Fati bersikukuh tidak ingin memikirkan untuk berganti klub selama bursa musim dingin, terutama setelah pengalamannya di Brighton.
Seperti yang dilaporkan SPORT Spanyol, sebelumnya beberapa klub papan tengah La Liga Spanyol mengawasi keadaan Ansu Fati. Tim-tim seperti Valencia dan Betis dapat menjadi tempat yang bagus bagi pemain muda ini untuk menghidupkan kembali kariernya di usia 22 tahun.
Ansu Fati sempat menjadi perbincangan di tahun 2020 lalu, seperti yang dirasakan oleh Lamine Yamal dalam dua musim terakhir. Terutama dalam performanya di dua laga terakhir, menghadapi Real Madrid dan Real Betis. Lamine Yamal membuktikan tajinya dengan suguhan gol dan assist di dua laga tersebut.
Pihak klub, staf pelatih, dan sebagian besar lingkungan pemain, semuanya menganggap yang terbaik bagi Ansu Fati untuk pergi bulan ini, meskipun ia ingin bertahan. Menyelamatkan karir di usia muda menjadi jalan satu-satunya bagi Ansu Fati jika ingin terus bersinar di atas bayang-bayang Lamine Yamal, Alejandro Balde, dan Raphinha.
Pemain berusia 22 tahun itu memulai karir sepak bolanya di usia 16 tahun bersama skuad FC Barcelona B setelah menembus akademi “La Masia” FC Barcelona sejak pertama kali ia bergabung di tahun 2012. Ansu Fati bersinar di kompetisi UEFA Youth League dengan mencatatkan 9 penampilan dan menyumbangkan 4 gol dan 2 assist.
Karirnya bersama tim senior FC Barcelona di mulai pada musim 2019/2020. Ansu Fati menjalani debut di tim senior pada musim 2019/2020 di ajang Copa del Rey dan Piala Supercopa dan mencatatkan 4 penampilan. Di musim reguler pertamanya, Ansu Fati mencatatkan 33 penampilan dengan torehan 8 gol dan 1 assist.
Setelah musim perdananya berjalan dengan baik dan mampu membuat publik Camp Nou bangga akan dirinya, Ansu Fati menjalani musim kedua dengan tidak baik. Ansu hanya mampu mencatatkan 10 laga dan membuat torehan 5 gol dan 3 assist bagi rekan setimnya sebelum kemudian dihantam cedera.
Musim 2022/2023 menjadi pencapaian terbaik Ansu Fati bersama FC Barcelona. Ansu Fati dapat mencapai performa terbaiknya dengan menit bermain yang tinggi. 51 laga ia jalani di musim 2022/2023 dengan menit bermain sebanyak 1.827 menit. Pada musim tersebut, Ansu berhasil memberikan kontribusi 10 gol dan 4 assist bagi FC Barcelona.
Gelar La Liga pertama dan Piala Super Spanyol pertama berhasil Ansu Fati persembahkan di musim 2022/2023. Dengan bakat Ansu Fati yang disejajarkan dengan Lionel Messi, besar harapan penggemar agar Ansu mampu kembali ke performa terbaiknya. Mimpi masa kecil seorang Ansu Fati bersama FC Barcelona perlu berlanjut.
