
Pemain Napoli, Khvicha Kvaratskhelia. (Istimewa)
JawaPos.com - Klub raksasa Prancis Paris Saint Germain terus bergerak cepat dalam bursa transfer musim dingin kali ini. Terbaru, kubu Les Parisiens selangkah lebih dekat dalam mendapatkan jasa bintang utama Napoli, Khvicha Kvaratskhelia.
Dikabarkan pihak klub sudah mengontak agen sang pemain dengan progres tiap pertemuan berlangsung positif. Beberapa hari ke depan akan jadi penentuan untuk karir bintang timnas Georgia tersebut.
Dikutip dari akun X Fabrizio Romano, PSG terus mengupayakan kedatangan Khvicha Kvaratskhelia sesegera mungkin. Napoli sebagai pemilik jasa pemain tersebut dikabarkan mengajukan harga yang harus ditebus sebesar EUR 80 juta beserta bonusnya. Negosiasi antar klub juga sudah dijalin dan sejauh ini belum ada perkembangan walaupun arah pembicaraan sudah menunjukkan perkembangan signifikan.
PSG juga menggoda sang pemain dengan menawarkan besaran gaji hampir 4 kali lipat dari gaji yang ia terima di Napoli. PSG optimis tawaran tersebut bakal dengan mudah meyakinkan sang pemain sehingga mereka bisa fokus menyelesaikan negosiasi dengan Napoli. Tawaran gaji fantastis dan nama besar PSG rasanya sulit untuk ditolak kendati Napoli masih berharap sang pemain andalannya tersebut tetap loyal bersama mereka.
Pemain berusia 23 tahun tersebut merupakan bakat langka yang menunjukkan performa fantastis bersama publik Naples. Dirinya terlibat dalam kampanye keberhasilan Napoli ketika mereka berhasil menjadi kampiun Serie A musim 2022-23. Berduet dengan Victor Osimhen, Khvicha Kvaratskhelia tampil ganas dengan sumbangan gol dan assistnya kala itu. Permainan eksplosif ditunjukkan keduanya dan terus dilanjutkan oleh Khvicha Kvaratskhelia walaupun sudah berpisah jalan dengan Victor Osimhen.
Pada tahun 2018, majalah sepakbola ternama, The Guardian, menobatkan pemain terbaik Georgia itu ke dalam 60 pemain muda terbaik seantero bumi. Total sudah 107 kali tampil bersama Napoli dengan catatan 30 gol dan 29 assist. Kedatangan Khvicha Kvaratskhelia diharapkan bisa memperkuat skema penyerangan skuad asuhan Luis Enrique di PSG.
PSG juga punya target bisa menapaki jalan baru untuk tampil dominan di Eropa. Setelah sukses menancapkan hegemoni di Ligue 1, PSG seolah seperti ikan besar di kolam yang kecil. Impian untuk menaklukkan kolam yang lebih besar acapkali terbentur dengan klub-klub jagoan Eropa dari negara lain. Prestasi yang nyaris dipecahkan ketika PSG sukses melaju ke babak final Liga Champions musim 2020-21 namun harus pupus oleh Bayern Munchen lewat gol tunggal mantan pemainnya, Kingsley Coman.
