Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 10 Januari 2025 | 00.15 WIB

Jarang Terjadi! 5 Mantan Kiper yang Kini Jadi Pelatih Kepala, Salah Satunya Pernah Melatih Real Madrid

Julen Lopetegui, mantan pelatih Real Madrid, salah satu pelatih yang berposisi sebagai kiper saat masih aktif bermain. (whufc.com)

 

JawaPos.com - Menjadi pelatih kepala dari suatu tim sepak bola bukanlah perkara yang mudah. Meski tidak dibatasi, pelatih yang mampu mencapai level tertinggi biasanya adalah seorang yang dulunya pemain sepak bola profesional. 

Kompleksitas permainan sepak bola membuat seorang juru latih diharuskan memiliki pengetahuan yang cukup soal teknis, taktik, dan gaya bermain. Lebih dari itu, pelatih juga harus memiliki kemampuan untuk memimpin dan mendidik anak asuhnya. 

Sepanjang sejarah di dunia kepelatihan, sudah tidak terhitung lagi pelatih yang dulunya ketika aktif bermain menempati posisi bek, gelandang, atau penyerang.

Sebut saja pelatih kenamaan seperti Pep Guardiola yang berposisi gelandang atau Simone Inzaghi yang merupakan seorang penyerang.

Di samping itu, terdapat satu posisi yang paling sedikit memproduksi juru taktik yaitu kiper. Melansir FourFourTwo, minimnya jumlah pelatih yang berposisi kiper kemungkinan disebabkan oleh terasingnya kiper saat di lapangan bermain. 

Kiper selalu menempati posisi paling belakang dan seringkali tidak terlibat dalam permainan. Walaupun dalam perkembangan taktik terkini, kiper akhirnya bisa lebih banyak dilibatkan dalam permainan dan sering dijadikan permulaan untuk membangun serangan.

Namun, bukan berarti tidak ada pelatih yang berasal dari posisi kiper dengan raihan prestasi membanggakan. Berikut Jawapos rangkum 5 pelatih top dunia yang dulunya berposisi sebagai kiper.

1. Julen Lopetegui

Julen Lopetegui menghabiskan seluruh karier sepak bolanya di Spanyol. Ia tercatat pernah berseragam Castilla CF, Real Madrid, CD Logrones, Barcelona, hingga Rayo Vallecano. Turun sebanyak 239 kali di semua klub pada segala ajang yang pernah dijalani, ia membukukan catatan 64 kali tidak kebobolan. 

Kiper yang hanya memiliki satu caps Timnas Spanyol itu memulai karier kepelatihannya pada 2002 sebagai asisten pelatih di Rayo Vallecano, bersamaan dengan keputusannya untuk gantung sepatu di tim yang sama. 

Hanya butuh satu tahun sampai ia mendapat promosi sebagai pelatih kepala di tim asal Madrid tersebut. Namun, ia hanya membesut Los Vallecans sebanyak dua pertandingan di La Liga 2003/2004 tanpa pernah sekalipun meraih kemenangan. 

Perlahan, karier pria kelahiran 28 Agustus 1966 itu menanjak dan puncaknya adalah ketika ia mendapat panggilan negara untuk menjadi pelatih Timnas Spanyol. Lopetegui berhasil membawa La Furia Roja melaju ke Rusia dan bersiap mendampingi Sergio Ramos dkk di ajang terbesar di muka bumi tersebut.

Namun, nasib berkata lain. Ia dipecat dari pos pelatih Timnas Spanyol hanya dua hari jelang sepak mula Piala Dunia 2018 Rusia. Ia dinilai berlaku tidak pantas oleh Federasi Sepak Bola Spanyol karena sudah menjalin kesepakatan dengan Real Madrid saat masih menjabat sebagai pelatih Timnas dan tanpa sepengetahuan federasi.

Ketika pada akhirnya melatih Los Galacticos pun ia hanya berakhir dengan mencatatkan rekor sebagai pelatih tersingkat di Santiago Bernabeu yaitu selama tiga bulan usai rentetan hasil buruk yang didapatkan.

Setelah melewati fase sulit tersebut, Lopetegui berlabuh ke Sevilla dan bertahan tiga musim di sana. Ia berhasil mempersembahkan satu trofi UEFA Cup bagi publik Sevilla pada musim 2019/2020.

Editor: Edi Yulianto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore