Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 27 November 2024 | 01.05 WIB

Nasib Tragis Hussein Al Sadiq: Mundur dari Timnas Arab Saudi Usai Dipermalukan Timnas Indonesia

Pemain Timnas Arab Saudi saat berlatih jelang hadapi Timnas Indonesia. (Media Arab Saudi)

 

JawaPos.com — Manajer Timnas Arab Saudi, Hussein Al Sadiq, resmi mengundurkan diri dari jabatannya menyusul kekalahan memalukan dari Timnas Indonesia. Pengumuman tersebut disampaikan melalui akun X resmi @SaudiNT pada Selasa (26/11), hanya sepekan setelah laga yang berakhir dengan skor 2-0 untuk Indonesia.

Dalam pernyataan resminya, Federasi Sepak Bola Arab Saudi (SAFF) mengungkapkan rasa terima kasih kepada Hussein Al Sadiq atas dedikasinya. Namun, Al Sadiq secara pribadi menyampaikan permintaan maaf kepada federasi karena tidak mampu melanjutkan tugasnya sebagai manajer.

Federasi juga menyebut akan menunjuk pengganti Al Sadiq untuk memimpin tim nasional di masa mendatang. Nama mantan bek legendaris Arab Saudi, Osama Hawsawi, dikabarkan menjadi kandidat kuat untuk mengisi posisi tersebut.

Hussein Al Sadiq mundur hanya beberapa hari setelah kekalahan dari Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Dalam pertandingan yang berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Selasa (19/11), Arab Saudi tumbang 0-2 dari tuan rumah.

Dua gol kemenangan Timnas Indonesia dicetak oleh gelandang muda berbakat, Marselino Ferdinan. Marselino menunjukkan performa luar biasa dengan mencetak gol di babak pertama dan kedua, sekaligus membawa Indonesia mencatat sejarah baru.

Kekalahan tersebut menjadi pukulan telak bagi Arab Saudi, yang sebelumnya tidak pernah kalah dari Indonesia di ajang resmi. Hasil ini juga membuat posisi mereka di klasemen Grup C semakin terpuruk, hanya mengoleksi enam poin dari enam pertandingan.

Sebaliknya, Indonesia berhasil naik ke peringkat ketiga berkat kemenangan ini. Meski memiliki jumlah poin yang sama, Indonesia unggul produktivitas gol atas Arab Saudi, yang kini berada di posisi keempat.

Grup C Kualifikasi Piala Dunia 2026 memang menjadi salah satu grup terketat di zona Asia. Jepang masih memimpin klasemen dengan 16 poin, sementara Australia berada di posisi kedua dengan tujuh poin, hanya unggul satu poin dari Indonesia dan Arab Saudi.

Kekalahan dari Indonesia memicu kritik tajam terhadap kinerja Hussein Al Sadiq. Publik sepak bola Arab Saudi menilai tim asuhan Al Sadiq tidak menunjukkan perkembangan signifikan meski dihuni pemain-pemain berpengalaman.

Keputusan mundur Al Sadiq dianggap sebagai bentuk tanggung jawab atas buruknya performa Arab Saudi. Sebagai mantan kiper timnas Saudi, Al Sadiq sebenarnya memiliki rekam jejak yang cukup baik sebelum menjabat sebagai manajer.

Namun, kegagalannya menjaga konsistensi tim membuat posisinya semakin tertekan. Kekalahan dari Indonesia menjadi puncak dari serangkaian hasil mengecewakan yang dialami The Green Falcons di kualifikasi ini.

Sementara itu, nama Osama Hawsawi mulai mencuat sebagai calon pengganti Al Sadiq. Hawsawi adalah mantan bek tangguh Arab Saudi dengan 138 caps internasional, yang dikenal memiliki pengalaman dan kepemimpinan di lapangan.

Jika ditunjuk, Hawsawi diharapkan mampu membawa perubahan signifikan bagi tim nasional. Para penggemar Arab Saudi berharap manajer baru bisa memaksimalkan potensi pemain muda sekaligus mengembalikan kejayaan The Green Falcons di Asia.

Di sisi lain, kemenangan Indonesia atas Arab Saudi menjadi momen bersejarah bagi sepak bola Indonesia. Timnas Indonesia yang dipimpin pelatih Shin Tae-yong membuktikan diri mampu bersaing dengan tim-tim kuat Asia.

Editor: Edi Yulianto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore