Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 4 November 2024 | 18.50 WIB

Deretan Kontroversi Wasit Timur Tengah Jelang Duel Timnas Indonesia vs Jepang: Khamis Al-Marri Ikut Terlibat?

Wasit Khamis Mohammed Al-Marri selama pertandingan sepak bola grup C Piala Asia AFC antara Kyrgyzstan dan Korea Selatan di Stadion Hazza Bin Zayed di Al Ain, Uni Emirat Arab, Jumat (11/1/2019).

JawaPos.com — Pertandingan Timnas Indonesia melawan Jepang di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, pada Jumat, 15 November 2024, kian dekat. Laga krusial ini kembali dipimpin oleh wasit asal Qatar, Khamis Al-Marri, yang menimbulkan keresahan dari para pendukung Indonesia.

Bukan kali pertama Timnas Indonesia menghadapi wasit asal Timur Tengah dalam laga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. AFC telah menempatkan wasit Timur Tengah pada empat pertandingan Indonesia, memicu spekulasi bias yang merugikan Timnas Garuda.

Pertemuan pertama Timnas Indonesia dengan wasit asal Timur Tengah terjadi pada 6 September 2024, kala bersua Arab Saudi. Wasit Adham Makhadmeh dari Yordania kala itu memimpin laga yang berakhir imbang 1-1.

Pada laga tersebut, Makhadmeh memimpin pertandingan dengan sejumlah keputusan yang meresahkan, meski Indonesia tetap berhasil meraih hasil seri. Hal ini menyisakan keraguan di benak para suporter Indonesia, mengingat atmosfer pertandingan yang begitu ketat.

Kontroversi lain terjadi saat Indonesia dipimpin wasit asal Oman, Ahmed Al-Kaf, yang membuat keputusan kontroversial pada laga kedua. Indonesia sempat unggul 2-1, namun injury time yang semula 6 menit tiba-tiba diperpanjang menjadi 9 menit dan skor berakhir imbang 2-2.

Keputusan Ahmed Al-Kaf tersebut menuai protes keras dari pendukung Indonesia, yang merasa kemenangan mereka dicuri. Kejadian ini menambah daftar kekecewaan suporter Indonesia terhadap wasit Timur Tengah yang dianggap tidak netral.

Selanjutnya, laga ketiga antara Timnas Indonesia dan China di markas lawan kembali menghadirkan wasit asal Timur Tengah, yaitu Omar Ahmed Al-Ali dari Uni Emirat Arab. Meski kalah 1-2 dari China, Al-Ali justru dinilai memimpin laga tersebut dengan cukup fair, tanpa keputusan yang kontroversial.

Namun, ketegangan kian memuncak saat Khamis Al-Marri kembali ditunjuk memimpin laga Indonesia vs Jepang kali ini. Pada pertemuan sebelumnya, Al-Marri juga memimpin laga Timnas Indonesia melawan Jepang di Piala Asia 2023, di mana Garuda kalah 1-3.

Pada laga tersebut, Al-Marri memberi tiga kartu kuning untuk pemain Indonesia, termasuk Rafael Struick, Justin Hubner, dan Jordi Amat. Sedangkan Jepang, yang diwakili bintangnya seperti Endo dan Takumi Minamino, hanya menerima dua kartu kuning.

Takumi Minamino bahkan harus menerima kartu kuning hanya satu menit setelah masuk ke lapangan, menambah daftar insiden kartu yang mewarnai laga. Gaya kepemimpinan tegas Al-Marri menjadi sorotan, mengingat jumlah kartu yang dikeluarkan pada pertandingan tersebut.

Selain dikenal tegas, Al-Marri juga sering memberikan hadiah penalti dalam berbagai laga yang dipimpinnya. Dalam empat penampilannya di Qatar Stars League, ia tercatat mengeluarkan 17 kartu kuning dan memberikan satu penalti.

Keputusan AFC menunjuk wasit asal Timur Tengah untuk keempat kalinya di laga Timnas Indonesia menimbulkan tanda tanya besar di kalangan pecinta sepak bola Indonesia.

Banyak yang beranggapan wasit Timur Tengah cenderung memberikan keputusan yang lebih menguntungkan tim asal negara mereka sendiri.

Kekhawatiran ini semakin diperkuat oleh pengamat sepak bola, Coach Justin Lhaksana, yang mengungkapkan AFC diduga memberi ruang pada negara Timur Tengah untuk menjaga jatah Piala Dunia bagi wilayah mereka.

Editor: Banu Adikara
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore