Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 13 Juli 2024 | 21.02 WIB

Prediksi dan Link Live Streaming Uruguay vs Kanada di Copa America 2024, Laga Sengit Pelipur Lara

Laga perebutan peringkat ketiga Copa America 2024 akan jadi lagi sengit pelipur lara dari Uruguay dan Kanada. (Vidio) - Image

Laga perebutan peringkat ketiga Copa America 2024 akan jadi lagi sengit pelipur lara dari Uruguay dan Kanada. (Vidio)

JawaPos.com — Laga perebutan juara 3 Copa America 2024 antara Uruguay dan Kanada dijadwalkan akan menjadi pengobat luka bagi kedua tim yang sama-sama gagal menembus final. Pertandingan ini akan digelar di Stadion Bank of America, Charlotte, North Carolina, Amerika Serikat, dan disiarkan secara langsung oleh Indosiar pada Minggu, 14 Juli 2024, mulai pukul 07.00 WIB. Bagi yang ingin menyaksikan secara online, live streaming Copa America 2024 dapat diakses melalui Vidio.

Timnas Kanada gagal menembus final dalam debut mereka di Copa America setelah kalah 0-2 dari Argentina di semifinal. Kekalahan ini merupakan yang kedua kalinya bagi Les Rouges dari Argentina dalam kejuaraan yang sama. Sebelumnya, Kanada juga kalah dengan skor 2-0 dari Argentina di laga pembuka fase grup.

Di sisi lain, Timnas Uruguay harus mengakui keunggulan Kolombia di semifinal dalam pertandingan yang berlangsung sengit di Charlotte. Gol tunggal dari Jefferson Lerma memupus harapan Uruguay untuk menantang Argentina di final.

Kekalahan di semifinal memang menyesakkan bagi kedua tim. Namun, turnamen Copa America 2024 menawarkan laga pelampiasan berupa duel perebutan juara 3. Setidaknya, Uruguay atau Kanada nantinya dapat menyudahi turnamen dengan senyuman dari kemenangan di laga ini.

Dari kubu Kanada, mereka memang tak bisa berbuat banyak ketika berhadapan dengan Argentina di babak 4 besar. Hanya masalah kematangan yang menghalangi Kanada untuk menang. Pasalnya, secara statistik, Timnas Kanada ternyata mampu mengimbangi Argentina. Kanada mencatatkan 49 persen penguasaan bola, melepaskan 9 tembakan (2 on target), dan membuat 86 persen akurasi umpan sukses. Sementara itu, Argentina tidak terlalu dominan dengan 51 persen penguasaan bola, 11 tembakan (3 on target), dan 85 persen akurasi umpan sukses.

Jesse Marsch, pelatih Timnas Kanada, menyampaikan bahwa timnya memang kalah pengalaman, dan berharap hasil di Copa America 2024 bisa dijadikan pelajaran oleh skuad Kanada. Terlebih, dua tahun lagi mereka bakal bertindak sebagai salah satu tuan rumah Piala Dunia 2026. "Ada banyak hal positif, dan menurut saya hampir tidak ada hal negatif dari tim saya. Saya pikir ini adalah pengalaman menghadapi tim besar, dan bagaimana permainan di level tertinggi yang sesungguhnya. Dalam banyak aspek, kami membuat langkah yang besar, walau masih dibutuhkan kerja keras lagi," kata Marsch, dikutip dari laman TSN.

Di kubu seberang, Timnas Uruguay mesti bersabar lebih lama lagi untuk kembali ke final Copa America. Terakhir kali La Celeste bermain di final Copa America adalah edisi 2011, ketika mereka menjadi juara. Selepas itu, Copa America 2024 menjadi capaian tertinggi Uruguay. Penyesalan agaknya dirasakan Timnas Uruguay, karena di semifinal mereka gagal membongkar pertahanan Kolombia, terutama di sepanjang babak kedua ketika lawan harus bermain dengan 10 pemain akibat kartu merah Daniel Munoz di pengujung babak pertama.

Satu kegagalan Uruguay adalah efektivitas peluang, karena dari 11 tembakan hanya 2 on target. Banyak peluang yang terbuang tentu sangat disesalkan, terutama saat melawan tim dengan 10 pemain. "Kami tidak bisa memanfaatkan keunggulan jumlah pemain. Secara personal, saya bertanggung jawab atas hasil ini, di saat sebenarnya kami punya kualitas pemain yang lebih superior dibanding lawan," ujar pelatih Marcelo Bielsa usai pertandingan.

Menariknya, kedua pelatih tim terhubung melalui klub Leeds United (Liga Inggris). Usai Bielsa dipecat oleh manajemen Leeds pada 2018, Marsch ditunjuk sebagai penggantinya. Leeds merupakan klub terakhir yang dilatih Bielsa dan Marsch sebelum keduanya memutuskan menangani tim nasional.

Timnas Kanada bisa memainkan nyaris semua pemain terbaik mereka. Hanya Tajon Buchanan yang absen sejak babak perempat final karena cedera. Sementara itu, masalah justru datang di Timnas Uruguay. Nicolas de la Cruz absen karena akumulasi kartu kuning, dan Guillermo Varela mendapat kartu merah usai laga kontra Kolombia. Di samping itu, ada potensi hukuman kepada Darwin Nunez yang terlibat keributan dengan suporter Kolombia di tribun penonton. Bielsa juga kemungkinan tak bisa memainkan dua pemain karena cedera, yakni Rodrigo Bentancur dan Ronald Araujo. Kabar bagusnya, Nahitan Nandez dapat bermain usai melewati skorsing satu laga akibat kartu merah di perempat final melawan Brasil.

Kanada (4-4-2): Maxime Crepeau; Alistair Johnston, Moise Bombito, Derek Cornelius, Alphonso Davies; Ismael Kone, Stephen Eustaquio, Liam Millar, Jacob Shaffelburg; Jonathan David, Cyle Larin. Pelatih: Jesse Marsch.

Uruguay (4-2-3-1): Sergio Rochet; Nahitan Nandez, Jose Maria Gimenez, Mathías Olivera, Matías Vina; Manuel Ugarte, Federico Valverde; Giorgian de Arrascaeta, Maximiliano Araujo, Facundo Pellistri; Darwin Nunez. Pelatih: Marcelo Bielsa.

Dari sisi head-to-head, Kanada dan Uruguay pernah dua kali bertemu dalam laga uji coba. Hasilnya, semua dimenangi Uruguay, termasuk pertemuan terakhir pada 2022 di Slovakia. Ketika itu, Uruguay menang 2-0 melalui gol Nicolas De La Cruz dan Darwin Nunez.

Hasil dua pertemuan terakhir Kanada vs Uruguay:

27-09-2022: Kanada vs Uruguay 0-2 (Friendly Match)

Editor: Edi Yulianto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore