
Lisandro Martinez dedikasikan gol perdana bersama Argentina untuk kakek dan neneknya. (Instagram)
JawaPos.com - Lisandro Martinez menjadi sosok pembeda dalam pertandingan quarter finals Copa America 2024 yang mempertemukan Argentina vs Ekuador. Sosok Lisandro Martinez yang menempati posisi bek tengah ini sukses mencetak gol perdana bagi Argentina sepanjang karirnya bersama La Albiceleste (julukan Timnas Argentina).
Licha (sapaan Lisandro Martinez) sendiri menjadi pemain yang diturunkan oleh Coach Lionel Scaloni sejak menit awal laga panas melawan Ekuador di NRG Stadium, Houston, Amerika Serikat, pada Jumat (5/7) mulai pukul 08.00 WIB. Dirinya berduet bersama Cristian Romero pada lini pertahanan Argentina.
Argentina yang menguasai jalannya pertandingan terlihat cukup kesulitan untuk menembus pertahanan kokoh dari Ekuador yang bermain disiplin. Pertandingan Argentina vs Ekuador yang berakhir melalui adu penalti ini dipimpin oleh wasit Andres Matonte yang berasal dari Uruguay.
Baca Juga: Wanita yang Percaya Diri dan Tak Pernah Merasa Perlu Membuat Orang Lain Terkesan, Biasanya Menunjukkan 5 Sifat Unik Ini
Lisandro Martinez menjadi pembeda La Albiceleste setelah dapat memecahkan kebuntuan pada menit ke-35 melalui sundulan kepala usai mendapat umpan dari rekannya Alexis Mac Allister. Sundulan bek berusia 26 tahun ini menjadikan pertandingan semakin menarik setelah beberapa kali Argentina selalu menemui jalan buntu saat melakukan penyerangan.
Setelah berhasil menggetarkan gawang Ekuador yang dikawal oleh Alexander Dominguez. Lisandro Martinez terlihat sangat emosional saat melakukan selebrasi merayakan gol tersebut. Sebab, sundulannya yang masuk ke gawang Ekuador itu menjadi gol perdananya selama 28 kali membela Argentina.
Hal itupun diakui oleh Lisandro Martinez yang merasakan emosi yang sangat luar biasa setelah berhasil mencatatkan gol perdananya bersama tim utama Argentina. Terlebih gol yang diciptakan oleh Licha terjadi saat Argentina mengalami kebuntuan pada pertandingan yang sangat menentukan melawan tim yang bertahan dengan cukup bagus.
Baca Juga: 2023, Nilai Pasar Cloud AI Diprediksi Tumbuh USD 397,81 Miliar
"Saya merasakan emosi yang luar biasa karena telah mencetak gol pertama saya dengan seragam (Argentina) ini," ungkap Lisandro Martinez yang dikutip dari situs resmi Asociacion del Futbol Argentino (AFA) pada Jumat (5/7).
Lisandro mengatakan dibalik kecerdikannya menyusup di ruang kosong saat terjadi kemelut dari situasi tendangan sudut ada andil besar dari asisten pelatih Argentina berusia 46 tahun yang bernama Walter Samuel. Asisten dari Lionel Scaloni itu memberi instruksi khusus kepada Lisandro Martinez untuk bergerak ke tiang jauh dan mendapat umpan back header dari Mac Allister yang bergerak di tiang dekat.
"Walter (Samuel) mengatakan kepada saya bahwa ketika tendangan sudut saya harus mengarah ke tiang jauh dan itulah yang terjadi," kata Licha dibalik golnya yang mengagetkan barisan pertahanan Ekuador.
Sebelumnya, sosok Walter Samuel sempat memimpin Argentina ketika Lionel Scaloni mendapat sanksi larangan mendampingi tim dalam pertandingan melawan Peru saat fase grup Copa America 2024 lalu. Saat itu Walter Samuel berhasil memimpin Argentina untuk menang atas Peru dengan skor akhir 2-0.
Baca Juga: Wapres Terpilih Gibran Sapa Peserta Rapimnas II Pemuda Katolik 2024, Menteri Bahlil: Wah Ini Luar Biasa
Dikenal sebagai seorang pemain muda yang dekat dengan keluarga, terutama kakek dan neneknya. Suasana emosional setelah mencetak gol perdana selama membela Argentina ke gawang Ekuador membuat sosok Lisandro Martinez mendedikasikan gol tersebut untuk kakek dan neneknya yang telah meninggal dunia.
"Saya ingin mendedikasikan gol tersebut untuk kakek dan nenek saya yang berada di surga," ujarnya.
Gol dari Lisandro Martinez tersebut hampir membuat La Albiceleste melaju ke putaran semifinal dalam waktu normal 90 menit. Namun, kejutan datang dari Ekuador saat menit ke-90+1 ketika Kevin Rodriguez membalas sundulan Lisandro. Skor kembali sama kuat menjelang lima menit waktu normal usai.
Mau tidak mau, anak asuh Lionel Scaloni harus maju pada babak adu tendangan penalti. Dalam lima kali kesempatan tendangan penalti, sosok Emiliano Martinez menjelma menjadi tembok kokoh menahan tembakan penalti yang dilepaskan Ekuador. Secara total, Emi Martinez sukses menghalau dua kali berturut-turut tendangan penalti dari Ekuador.
Baca Juga: Sampaikan Pembelaan, SYL Sesalkan Saksi-saksi di Persidangan yang Sangat Membunuh Karakternya
Alhasil, Argentina mampu melesat ke semifinal setelah unggul 4-2 dalam adu tendangan penalti. Ketangguhan Emiliano Martinez atau yang akrab dipanggil Dibu oleh skuad Argentina menjadikan kepercayaan diri rekan-rekannya meningkat. Hal itu pun diakui oleh Lisandro Martinez yang mencetak satu gol saat pertandingan.
"Dibu (Emiliano Martinez) selalu memberi kami kepercayaan diri ekstra,"
Lisandro Martinez sendiri telah mencatatkan total 21 kali bersama tim utama Argentina, tiga kali dengan Argentina U23, serta empat kali berseragam Argentina U20. Debut pertamanya bersama tim utama Argentina terjadi saat 22 Maret 2019 lalu ketika La Albiceleste telah ditangani oleh Lionel Scaloni.
Ketika debut bersama Lionel Messi dkk, bek tengah yang cukup solid ini masih berusia 21 tahun. Debut Licha terjadi saat Argentina melakoni laga uji coba internasional melawan Venezuela yang digelar di Civitas Metropolitano, Spanyol. Meski saat itu kalah dengan skor akhir 3-1, Lisandro Martinez bermain selama 46 menit sebelum digantikan oleh Domingo Blanco.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
