Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 19 Mei 2024 | 22.09 WIB

Kisah Luar Biasa di Balik Akuisisi Como 1907 oleh SENT Entertainment Milik Hartono Bersaudara

JEJAK SEJARAH: Pada 2019 Como 1907 diakuisisi oleh SENT Entertainment ketika kondisi klub sedang terpuruk. (Como 1907) - Image

JEJAK SEJARAH: Pada 2019 Como 1907 diakuisisi oleh SENT Entertainment ketika kondisi klub sedang terpuruk. (Como 1907)

JawaPos.com — Sejarah sepak bola Eropa tak pernah lepas dari kisah-kisah dramatis, penuh liku, dan penuh ambisi. Salah satu kisah yang paling menarik adalah perjalanan klub Italia, Como 1907, dari titik terendahnya hingga menjadi salah satu klub yang paling menjanjikan di Italia.

Semua itu berkat sentuhan ajaib dari SENT Entertainment Ltd yang dimiliki oleh Hartono bersaudara. Kisah ini bukan hanya tentang sepak bola, tapi juga tentang semangat, ketekunan, dan visi besar untuk masa depan.

Pada 2009, Como 1907 menemukan dirinya berada di Serie C, kompetisi kasta ketiga dalam sistem liga sepak bola Italia. Selama enam musim yang penuh tantangan dari 2009 hingga 2015, klub ini berjuang di bawah kepemimpinan Antonio Di Bari dan Amilcare Rivetti.

Namun, perubahan besar mulai terjadi pada 2012 ketika Pietro Porro mengambil alih kepemimpinan. Dengan bimbingan pelatih Carlo Sabatini selama tiga musim, Como akhirnya menemukan momen gemilangnya. Di bawah arahan Sabatini, tim berhasil memenangkan babak play-off setelah finis di posisi keempat di liga. Simone Andrea Ganz menjadi pahlawan dengan mencetak 18 gol yang membawa Como promosi ke Serie B.

Namun, euforia promosi itu tidak bertahan lama. Musim Serie B berikutnya menjadi mimpi buruk bagi Como 1907. Tim ini terpuruk di posisi terbawah sejak hari pertama hingga akhir musim, dengan tiga kali pergantian pelatih dan penggunaan 41 pemain berbeda sepanjang musim. Hasil yang mengecewakan ini berujung pada degradasi kembali ke Serie C, disertai dengan kebangkrutan yang memaksa klub untuk menghadapi masa depan yang suram.

Kendati demikian, dalam keterpurukan, Como menemukan cahaya. Wali kebangkrutan, Francesco De Michele, bersama pelatih Fabio Gallo, mampu membawa klub ini mencapai posisi ketujuh yang cemerlang. Harapan pun kembali menyala. Ketika Como dihadapkan pada lelang pailit, klub ini diambil alih oleh Akosua Puni Essien, istri dari mantan pemain sepak bola terkenal Michael Essien. Dengan pengambilalihan ini, klub juga mengalami perubahan nama menjadi FC Como.

Namun, nasib kurang bersahabat kembali menghampiri. FC Como tidak diterima masuk ke dalam liga, yang berarti klub harus memulai dari awal lagi, kali ini dari Serie D pada musim 2017/2018. Perjuangan dimulai kembali dari nol. Di sinilah titik balik besar terjadi. Pada 4 April 2019, FC Como diakuisisi oleh SENT Entertainment Ltd, sebuah perusahaan media dan hiburan yang berbasis di Inggris dan dimiliki oleh Hartono bersaudara, dua pengusaha sukses asal Indonesia yang memiliki visi besar untuk sepak bola.

Pengambilalihan oleh SENT Entertainment membawa angin segar bagi Como 1907. SENT berkomitmen untuk mengembangkan struktur perusahaan yang kukuh dan menjamin stabilitas keuangan klub. Investasi besar-besaran dilakukan untuk memperbaiki infrastruktur olahraga, termasuk pengembangan akademi muda, perbaikan stadion, dan tentunya peningkatan kualitas tim utama.

Langkah pertama yang diambil SENT membuahkan hasil yang spektakuler. Como menjuarai liga Serie D dengan rekor poin sepanjang masa, membawa mereka kembali ke Serie C untuk musim 2019/2020.

Musim 2020/2021 menjadi titik krusial bagi Como 1907. Meski pandemi global COVID-19 membawa tantangan besar, tim ini tidak menyerah. Dengan semangat juang yang tinggi, Como berhasil memenangkan Serie C di akhir musim, memastikan promosi ke Serie B. Keberhasilan ini membuktikan bahwa investasi dan visi SENT Entertainment telah membuahkan hasil.

Momentum kesuksesan berlanjut ke musim 2021/2022 dan 2022/2023 di Serie B. Dengan dedikasi dan kerja keras semua pihak di klub, Como 1907 terus menunjukkan performa yang menjanjikan. Ambisi besar untuk mencapai puncak sepak bola Italia dan Eropa kini bukan lagi mimpi, melainkan target yang nyata.

Transformasi Como 1907 di bawah kepemilikan SENT Entertainment bukan hanya soal kemenangan di lapangan, tetapi juga tentang perubahan mendasar dalam manajemen dan visi klub. SENT tidak hanya fokus pada hasil jangka pendek, tetapi juga berinvestasi dalam pembangunan jangka panjang yang berkelanjutan. Akademi muda menjadi fokus utama, dengan tujuan menciptakan bintang-bintang sepak bola masa depan yang bisa membawa nama Como 1907 ke kancah internasional.

Stadion juga menjadi bagian penting dari rencana SENT. Stadion baru yang modern bukan hanya akan menjadi rumah bagi tim utama, tetapi juga pusat aktivitas komunitas dan penggemar. SENT memahami bahwa sepak bola adalah bagian dari budaya dan kehidupan sosial di Italia, dan stadion baru ini diharapkan bisa menjadi pusat bagi komunitas untuk berkumpul dan merayakan kecintaan mereka terhadap olahraga ini.

Tidak hanya itu, SENT juga mengembangkan infrastruktur digital untuk meningkatkan keterlibatan penggemar. Dengan platform digital yang modern, penggemar Como 1907 di seluruh dunia bisa mengikuti perkembangan klub secara real-time, menikmati konten eksklusif, dan berpartisipasi dalam berbagai kegiatan interaktif.

Hartono bersaudara, pemilik SENT Entertainment, memiliki visi besar untuk Como 1907. Mereka tidak hanya melihat klub ini sebagai investasi bisnis, tetapi juga sebagai cara untuk memajukan sepak bola dan memberikan dampak positif bagi komunitas. Dengan latar belakang mereka yang kuat di bidang bisnis dan hiburan, mereka membawa pendekatan baru yang inovatif dalam mengelola klub sepak bola.

Editor: Edi Yulianto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore