
Ekspresi wajah Marcus Rashford ketika mendapat kartu merah saat Manchester United dikalahkan Copenhagen di Liga Champions. (skysport)
JawaPos.com – Manchester United berada di posisi dasar klasemen Grup A Liga Champions musim ini. Setan Merah hanya meraup tiga poin dari empat laga yang sudah mainkan.
Hasil itu lantaran Setan Merah menelan kekalahan 4-3 dari tuan rumah Copenhagen di Stadion Parken, Kamis (9/11) dini hari WIB.
Man United pun tinggal memiliki satu kesempatan, yakni melakoni pertandingan melawan Galatasaray pada Rabu (29/11). Jika mereka kalah, maka tim asuhan Erik ten Hag akan tersingkir dari fase grup.
Setan Merah harus menang saat bermain di Istanbul untuk menjaga asa lolos fase grup. Pasukan Ten Hag pun membutuhkan membutuhkan hasil yang baik saat menjamu Bayern di pertandingan terakhir untuk lolos ke babak selanjutnya.
Di kandang Copenhagen, Man United sebenarnya memulai pertandingan dengan sangat baik. Mereka berhasil melesakkan dua gol ke gawang Copenhagen melalui gol Rasmus Hojlund pada menit ketiga dan 28.
Namun, kesialan menimpa Marcus Rashford yang menerima kartu merah atas tekel yang dilakukannya di menit akhir setelah wasit melihat VAR.
Kehilangan Rashford membuat Copenhagen berhasil mencetak gol penyama sebelum jeda babak pertama. Dua gol dilesakkan ke gawang Andre Onana melalui Mohamed Elyounoussi dan Diogo Goncalves di pengujung babak pertama.
Keunggulan kemudian didapatkan Man United setelah Bruno Fernandes melakukan tendangan penalti. Keunggulan yang tidak bertahan lama setelah Lukas Lerager mencetak gol penyeimbang.
Tak berselang lama Bardghji memberikan kenyataan pahit karena dia mencetak gol keempat bagi FC Copenhagen.
Ten Hag memberikan gambaran soal penampilan pasukannya yang sangat bagus. Namun, dia menyalahkan wasit atas kekalahan tim asuhannya.
“Apakah Anda punya waktu satu jam? Kami bermain sangat baik sampai kartu merah, dan kartu tersebut merubah segalanya,” ujar Ten Hag dilansir Sky Sports.
Kebobolan dua gol yang seharusnya tidak perlu dihilangkan itu sangat mengecewakan. Gol pertama merupakan offside, dan seorang pemain yang berada di depan Onana.
“Kami harus berurusan dengan banyak keputusan yang merugikan kami, tetapi beginilah adanya. Saya yakin itu akan berubah, dan musim masih panjang,” ungkap pelatih asal Belanda tersebut.
Ten Hag merasa kesulitan dengan 10 pemain setelah dikeluarkannya Rashford, dan dia dan pasukannya masih berjuang dan berlari.
“Dengan 10 pemain, kami mengendalikan permainan. Kami berjuang sangat keras dan bermain sangat baik,” timpalnya.

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
11 Barang yang Secara Psikologi Jadi Pemborosan Orang Miskin tapi Tak Pernah Dibeli Orang Kaya
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Suasana di Dalam Tenda Glamping Tempat Satu Keluarga Tewas di Temanggung
Harga Pasaran 4 Pemain Lokal Ini Bikin Kaget! Meroket usai Bawa Persebaya Surabaya Finis Papan Atas
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Ramadhan Sananta, Mesin Gol Baru Era Bernardo Tavares
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
